<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620</id><updated>2012-02-16T13:14:59.632+02:00</updated><category term='olahraga'/><category term='Kesehatan'/><category term='Agama'/><category term='Tokoh'/><category term='Politik'/><category term='Perempuan'/><category term='Menggumam'/><category term='Untitled'/><category term='Curhat'/><title type='text'>Menulis itu......? Apa ya...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-8832210921280074226</id><published>2009-10-26T00:27:00.002+02:00</published><updated>2010-01-29T15:48:24.519+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><title type='text'>3 comeback, 3 cerita</title><content type='html'>“ Milan harus marah, dan sekarang kami sedang marah “ ucap Leonardo menjelang lawatan ke stadion Marc’antonio Bentegodi, kandang Chievo Verona dalam lanjutan pertandingan Serie A pekan ini. Pertandingan itupun dimenangi Rossoneri dengan skor 2-1. Bintang lapangannya adalah centerback kawakan Alessandro Nesta, keduanya dengan sundulan kepala. Kemenangan tersebut bukan sekedar soal 3 angka dan mengatrol posisi Milan pada papan klasemen, kecuali itu kemenangan tersebut adalah langkah nyata untuk menegaskan konsistensi Milan yang sempat terseok-seok sejak awal musim. Mengawali musim dengan mengalahkan Siena, Milan lalu lebih sering dihantui kekalahan dan hasil imbang. Kekalahan paling menyakitkan adalah ketika dibantai rival sekota mereka Inter Milan dengan skor mencolok 4-0. Tak ayal, inilah pukulan dahsyat yang membuat mental para pemain anjlok. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah pertandingan minggu lalu pasca jeda pertandingan internasional. Menjamu Roma di San Siro. Penting untuk diingat, skuad Ranieri itu selalu merepokan Milan dalam beberapa pertandingan terakhir. Hal itu semakin terlihat, ketika di awal babak pertama Milan harus kemasukan gol lebih dulu melalui sepakan Jeremy Menez. Pemuda flamboyan itu melesakkan gol setelah merebut bola dari umpan backpass Tiago Silva yang kelewat lemah. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Roma. Di babak kedua Milan relativ membaik. Permainan bola-bola pendek diperagakan. Hasilnya? 2 gol! Pertama dari kaki Ronaldinho lewat titik putih, dan gol kemenangan dicetak Alexander Pato. Berselang 3 hari setelah pertandingan itu, Milan kembali harus melawan raksasa Eropa, Real Madrid pada lanjutan Liga Champions. Walaupun tak sedikit yang menganggap perhelatan itu sebagai Derby Eropa mengingat reputasi kedua tim, namun tak ada yang mengunggulkan Milan kecuali pelatih mereka sendiri. Hampir semua bursa taruhan dan polling menjagokan Madrid. Terlebih pertandingan akan dilangsungkan di Santiago Barnabeu, stadion dimana Milan tak pernah menang. Memang skor sementara adalah imbang. Dari 11 kali pertemuan, baik Milan maupun Madrid sama-sama menang 5 kali. Satu pertemuan berakhir seri. Hal itu semakin terlihat ketika peluit kick off ditiupkan. Benar, bahwa permainan kedua tim imbang. Tapi hal itu berubah ketika gol pembuka kemenangan Madrid di cetak pangeran mereka, Raul Gonzales setelah memanfaatkan blunder fatal Dida. Praktis, setelah itu babak pertama adalah milik Madrid. Namun entah apa yang dikatakan pelatih Milan di ruang ganti, yang jelas di babak kedua permainan Milan lebih ngotot dan menggigit. Rasanya, lahirnya gol tinggal menunggu waktu saja.  Dan benar, mendapat bola dari lemparan ke dalam Andrea Pirlo sang katalisator permainan Milan menggiring bola beberapa meter dan selanjutnya menendang bola langsung ke arah gawang. Dan gol!!! Iker Casilas hanya bisa menunduk sembari memungut bola dari dalam gawangnya. Tendangan itu tidaklah terlalu keras. Tapi bentuknya yang indah. Menyisir sisi kanan gawang Madrid. Setelah itu pertandingan makin seru dan panas. Dan akhirnya keluarlah Milan sebagai pemenang. Setelah gol Pato di penghujung babak kedua. Gol kemenangan itu membuka catatan sejarah baru pertemuan kedua tim. Itulah kemenangan pertama Milan di kandang pemegang 9 tropi Liga Champions itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari 3 pertandingan dan 3 kemenangan itu? Ketiganya diraih dengan comeback. Di tiga pertandingan tersebut Milan selalu kebobolan lebih dahulu dan tetap kalah sampai babak pertama berakhir. Barulah pada babak kedua, cerita kemenangan tersebut dimulai. Pertandingan tadi malam (25/10) adalah kemenangan ketiga secara beruntun. 3 kemenangan ini belumlah bisa dikatakan sebagai akhir dari krisis yang menimpa Milan sedari awal musim. “ Untuk bisa dikatakan keluar dari krisis, kami setidaknya membutuhkan 4 atau 5 kemenangan secara beruntun “, seru Tasotti, asisten pelatih Milan beberapa waktu lalu. Setuju!. 3 kemenangan memang penting. Tapi itu bukanlah akhir. Itu hanya awal yang harus dilanjutkan dengan kemenangan-kemenangan berikutnya. Bravo Rossoneri!!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-8832210921280074226?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/8832210921280074226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/3-comeback-3-cerita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8832210921280074226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8832210921280074226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/3-comeback-3-cerita.html' title='3 comeback, 3 cerita'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-1826848037138064536</id><published>2009-10-21T07:19:00.001+02:00</published><updated>2009-10-21T07:19:52.663+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Ya nasibmulah…..</title><content type='html'>Gini neh nasib jadi jomblo. Mau muda kek, tua nek, kalo masih jomblo siap-siap aja jadi ‘cuci tangan’. 24 tahun masih muda kan? Lajang yang diatas 27 tahun aja masih banyak. Jadi masih ngeleslah. Ngeles, bisa. Membantah, tidak. Jomblo sih!!! &lt;br /&gt;Dua hari lalu ada akad nikah dan resepsi. Gak kenal ama kedua mempelai. Kalo cuma nama, tau lah. Toh namanya manten pasti biasanya juga jadi artis mendadak. Mendadak beken gitu. Kawan serumah dapat undangan. Aku? Ya nggak lah. Wong kenal juga nggak. Setelah pulang kondangan, mulailah si kawan cerita-cerita. A,b,c,d…dst. Ujung-ujungnya segera...segera. Segera menikah maksudnya. Sigh…..siapa coba yang gak pengen nikah. Aku kira semua jemaah jomblo juga pengen. Nikah, emang kodrat manusia untuk berpasang-pasangan. Nikah, cara benar mendapatkan keturunan dari darah daging sendiri. Nikah, pertautan cinta dua manusia. Nikah, penyaluran gairah biologis secara benar dan bertanggung jawab. Menikah juga hal yang sakral. Mitsaqon ghalizo..ikatan yang kokoh menurut bahasa al qur’an. Tapi menikah juga bukan perkara gampang. Gak bisa buru-buru dong. Menikah juga urusan tanggung jawab.  Tapi semua ini dihadapan mereka-mereka yang sudah nikah, cuma dianggap ngeles doank. Ah alasan! Coba apa yang kamu takutkan? Soal tanggung jawab bukan Cuma urusan lelaki. Perempuan juga pasti dah miki soal itu. Soal nafkah? Bukan melulu urusan lelaki juga. Istri juga bisa kerja. Bisa cari duit. Jadi intinya bersama-bersamalah. Kehidupan rumah tangga diurus bersama. Tanggung jawab dibagi dua. &lt;br /&gt;Kalo dah gini, giliran aku yang bengong dan cuma bisa narik nafas…sigh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini (21/10) ada undangan dari kawan seangkatan. Seangkatan di kampus. Kedua mempelai temen satu angkatan. Inilah saatnya kami mengabadikan Revival el Mahbub. Revival adalah nama angkatan kami. Wuih..bahasanya mengabadikan segala. Mentang-mentang niye…yang cowok dari Kota Batik, Pekalongan. Yang cewek dari Aceh. Akad nikahnya di Aceh tanggal 22 Oktober besok. Jauh bo..coba di kasi tiket PP, pasti datang. Maunya…!!!&lt;br /&gt;Ceritanya mirip kayak diataslah. Pesannya kira-kira gini...bagi yang masih jomblo, bersegeralah. Pernikahan tak seseram yang anda takutkan. Wow..impresif banget. Yang aneh bin ajaib, yang dorong-dorong untuk segera..segara tadi bukan hanya dari yang dah nikah. Tapi malah yang jomblo juga tak kalah semangat. Kebiasaan kita emang suka dorong-dorong kawan untuk maju. Giliran disuruh maju, malah ngeles. Parah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 24 Oktober ini, ada sahabat juga yang akan melaksanakan akad nikah. Di Bandung tempatnya. Kalo yang ini beritanya aku dah tau dari bulan lalu. Namanya juga teman, sejak berencana nikah pasti dah cerita-ceritalah. Bincang-bincang dari soal perkenalan mereka sampe persiapan-persiapan teknis menjelang pernikahan. Sampe-sampe urusan calon manten perempuan ke salon juga dibawa-bawa. Persiapan fisik kali ya. Jadi harus sering-sering ke salon. Perawatan tubuh. Hahahah…salude!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, buat sahabat-sahabat yang akan mengakhiri masa lajang dan bersiap melangsungkan akad nikah, aku ucapkan selamat berbahagia. Selamat menempuh hidup baru. Semoga menjadi keluarga yang bahagia dan harmonis. Dikaruniakan keturunan yang baek dan bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-1826848037138064536?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/1826848037138064536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/ya-nasibmulah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/1826848037138064536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/1826848037138064536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/ya-nasibmulah.html' title='Ya nasibmulah…..'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-6755356812541357788</id><published>2009-10-19T04:50:00.001+02:00</published><updated>2009-10-19T04:58:05.072+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untitled'/><title type='text'>Gempa(r) : Ketika Bumi Senang Main Domino</title><content type='html'>Katakanlah bumi ini adalah sebuah bangunan. Punya dasar, lantai dan atap. Kita biasa mendengar istilah dasar bumi atau perut bumi untuk menegaskan hal yang dalam dan tersembunyi. Lantai merupakan kerak atau permukaan bumi dimana benda-benda berpijak. Sedangkan atap adalah tetapan atas batas tatapan kita terhadap angkasa. Langit melambangkan ketinggian. Masing-masing dari tiga unsur dasar bumi tersebut memiliki unsur-unsur pembentuk yang lain pula. Berkumpul, terikat dan membentuk satu kesatuan padu. Artinya materi-materi yang berkumpul, terikat dan membentuk tersebut bisa saja bergerak, bergeser atau menjauh. Tapi jangan tanya tentang pengaruh dari gerakan atau geseran tersebut. Bergeser sedikit saja, akibatnya sungguh dahsyat. Permukaan bumi akan bergoyang dan segala macam bangunan akan runtuh. Bagian paling atas dari permukaan bumi tempat kita hidup akan retak. Jika pergeseran itu terjadi di dasar laut, bisa berakibat Tsunami. Kita tentu ingat dahsyatnya Tsunami di Aceh. Entah berapa banyak korban jiwa. Korban harta mending tak usah disebut, saking banyaknya. &lt;br /&gt;Belum hilang ingatan kita tentang Aceh, kita dikejutkan dengan gempa Jogja. Entah berapa nyawa yang hilang. Korban harta, sekali mending gak usah disebut. Beberapa waktu setelah itu bumi seperti tenang. Tak ada tanda-tanda bumi akan ‘menggeliat’ lagi. Alhamdulillah. Akan tetapi ternyata itu tak bertahan lama. Kali ini yang jadi target adalah Jawa Barat, dengan Tasikmalaya sebagai pusat gempa. Kita kembali berduka. Tepatnya Indonesia berduka. Setelah gempa Tasik, daerah-daerah lain seperti menunggu giliran kematian. Kita diliputi rasa cemas dan was-was. Di tengah kecemasan itu, jeritan dan air mata terdengar keras dari Padang dan sekitarnya. Sebagian daerah di Jambi juga ikut merasakan. Kembali, ratusan jiwa menjadi tumbal. Saat saya sangat cemas. Karena seorang sahabat baik saya berada di daerah gempa. Kecemasan semakin menjadi, karena SMS saya selalu saja gagal sampai. 2 hari kemudian barulah saya mengetahui kabarnya. Alhamdulillah dia selamat. Hanya tubuh bagian kanannya bengkak-bengkak tertimpa reruntuhan bangunan. Sahabat-sahabat saya di Jambi juga selamat. &lt;br /&gt;Kota Padang belum bersih dari puing-puing, beberapa daerah lain sudah mendapat giliran, termasuk Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika materi-materi di permukaan bumi ini adalah manusia, maka tentulah mereka sedang main domino. Setelah pemain lain melempar kartunya, mau tidak mau pemain disampingnya harus melempar kartu. Bergiliran. Bergantian. Jogja – Tasik – Padang – dst. Menurut data resmi dari&lt;a href="http://bmkg.go.id/60gempa.bmkg?Jenis=URL&amp;IDS=9279258135813849788"&gt; Badan Meteorologi dan Geofisika&lt;/a&gt; saja sudah 49 kali terjadi gempa di seluruh wilayah Indonesia sejak pertengahan September lalu sampai hari ini (19/10). Kekuatan gempa berkisar 5,0 sampai 7,6 Skala Richter. 49 kali itu bukanlah bilangan yang sedikit untuk sebuah bencana besar seperti gempa. Dan sepertinya hal ini tak berhenti sampai disini. Mungkin daerah-daerah lain akan mendapat gilirannya juga. Tapi saya berharap itu tak akan terjadi. Tak ada lagi luka di atas luka bangsa yang belum kering ini. Tak ada lagi air mata, ketika air mata ribuan orang belum mengering. Tak ada lagi keranda mayat, ketika orang-orang masih berkabung. Semoga kita orang-orang yang kuat. Bangsa ini menjadi bangsa yang kuat. Berkali-kali dihantam musibah, tetap berusaha untuk bangkit dan berdiri. Dihantam lagi, bangkit lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-6755356812541357788?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/6755356812541357788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/gempar-ketika-bumi-senang-main-domino.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/6755356812541357788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/6755356812541357788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/gempar-ketika-bumi-senang-main-domino.html' title='Gempa(r) : Ketika Bumi Senang Main Domino'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-5237933798250494390</id><published>2009-10-14T05:01:00.004+02:00</published><updated>2009-10-19T04:59:25.495+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><title type='text'>Dilarang memakai cadar di kampus! [2]</title><content type='html'>Pidato Grand Syeikh Sayyid Tantowi mengenai aturan tentang pelarangan cadar di lembaga pendidikan Al Azhar seakan menghidupkan kembali rekaman perbincangan ulama klasik. Suara dan pendapat dari para cendekia dan pakar tersebut menggema kembali hari-hari ini. Mulai dari mereka yang mengatakan itu wajib, sunnat, dianjurkan sampai ide yang berlandas pada situasi dan kondisi. Jika situasi rawan pelecehan dari lelaki hidung belang atau kondisi kecantikan perempuan itu bisa jadi sebab sebuah pelecehan, maka dianjurkan bagi perempuan mengenakan cadar untuk menutup wajahnya. Suara yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebebasan individu tak kalah kencangnya. Mengutip tafsir Ibnu Abbas bahwa yang boleh tidak ditutup oleh perempuan adalah muka dan telapak tangan saja. Pemuka-pemuka agama, khususnya di Mesir juga tak ketinggalan menyampaikan pendapat mereka [RepublikaOnline, 13/10/2009]. Pembahasan soal cadar adalah hal biasa. Tapi ketika pembahasan ini dimulai oleh pemimpin tertinggi institusi Al Azhar, itulah yang membuatnya tak biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya adalah kunjungan sang Grand Syeikh Sayyid Tanthowi ke salah satu lembaga pendidikan Al Azhar untuk putri dibilangan Distrik Nasr City. Di salah satu ruang kelas, beliau melihat salah seorang siswi mengenakan cadar padahal itu adalah sekolah khusus perempuan. Kemudian Syeikh Thantowi meminta siswi tersebut untuk melepas cadarnya, kemudian keluarlah ucapan tersebut, bahwa beliau ingin membuat aturan tentang pelarangan cadar di lembaga pendidikan Al Azhar untuk perempuan. Kunjungan itu sendiri diliput oleh media massa [RepublikaOnline 6/10/2009]. Nah dari berita itulah perbincangan tentang cadar mengemuka kembali. Bukan hanya soal pemakaian cadar di lembaga pendidikan Al Azhar, tapi melebar ke topik cadar secara umum. Arus isu bergerak, hingga sampai ke ranah tafsir tentang batasan aurat perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, perkembangan isu membuat telinga Syeikh Thantowi agak panas. Beliau merasa media sudah menyalahartikan ucapannya. Kecuali itu, media juga tak menyampaikan berita tersebut secara lengkap. Termasuk mengapa beliau meminta siswi tersebut untuk menyingkap cadarnya. Diundang disebuah acara bincang-bincang ‘Al Bait Baitak’ yang merupakan salah satu program TV dari salah satu kanal TV besar di Mesir, Syeikh Tantowipun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Katanya, bahwa beliau sama sekali tak melarang atau anti cadar. Hanya saja pendapat pribadi beliau bahwa cadar itu bukan terhitung ibadah melainkan hanya dari adat belaka. Mengapa beliau meminta siswi tersebut menyingkap cadarnya? Itu karena beliau ingin mengajak siswi itu berbicara, juga yang dikelas itu termasuk pengajarnya adalah perempuan. Siswi tersebut silahkan saja memakai cadar dari rumahnya sampai sekolah dan apel tetap dengan mengenakan cadar. Namun ketika diruangan kelas, dia bisa melepasnya [EraMuslim, 10/10/2009]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut diketahui, Al Azhar memisahkan sekolah perempuan dan sekolah laki-laki. Bahkan 3 fakultas ( Ushuluddin, Bahasa Arab dan Syari’ah wal Qonun) lokasinya sangat jauh dengan kampus putri. Kampus putri terletak di District Nasr City sedangkan 3 fakultas tersebut terletak di kawasan Darrasah, bersempadan dengan kawasan Khan Khalili yang merupakan salah satu tujuan wisata sejarah plus pasar tradisionalnya itu. Saya berhusnuzzon dengan Syaikh Tantowi bahwa beliau tidak ingin menciptakan goyangan di tubuh Al Azhar. Tak bisa dipungkiri, tak sedikit dari tokoh ulama Al Azhar maupun ulama jebolan Al Azhar yang mendukung atau menganjurkan cadar. Setidaknya memposisikannya sebagai kebebasan individu. Dan memang betul, bahwa itu kebebasan individu. Perempuan bisa dengan leluasa menentukan pilihannya untuk mengenakan cadar atau tidak dengan berbagai alasan. Entah itu alasan keagamaan, melindungi diri, menyelamatkan lelaki agar tak memfokuskan pandangannya ke wajah perempuan cantik, termasuk alasan kesehatan, misalnya alergi terhadap debu di musim panas. Dan membiarkan masalah ini menjadi pilihan perempuan, adalah jalan yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-5237933798250494390?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/5237933798250494390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/dilarang-memakai-cadar-di-kampus-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/5237933798250494390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/5237933798250494390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/dilarang-memakai-cadar-di-kampus-2.html' title='Dilarang memakai cadar di kampus! [2]'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-8530899450992925710</id><published>2009-10-09T07:32:00.006+02:00</published><updated>2009-10-14T05:02:42.826+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><title type='text'>Dilarang memakai cadar di kampus! [1]</title><content type='html'>Bukan baru kali ini saja persoalan tentang niqob (cadar) mengemuka. Bukan kali ini pula yang mengangkat kembali tema itu adalah Grand Syeikh Muhammad Sayyid Tontowi, pemimpin tertinggi institusi Al Azhar di Mesir. Mungkin yang baru dari pernyataan beliau adalah rencana peraturan tentang larangan mengenakan niqob di lembaga-lembaga pendidikan Al Azhar. Bukan hanya di kalangan universitas tapi di semua institusi yang berada dibawah naungan Al Azhar, termasuk rumah sakit. Efektifkah aturan itu nantinya? Atau dengan kata lain, apakah aturan itu nantinya akan ditaati?&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit bercerita tentang kejadian bulan September lalu, ketika umat muslim di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah puasa.  Saat itu kami sedang ujian semester. Di aula tempat kami ujian, ada sekitar 50 mahasiswa pasca-sarjana. Dari puluhan mahasiswa itu ada 2 orang yang mengenakan jubbah, pakean arab untuk lelaki. Di hari ke dua ujian, Profesor Hamid Abu Thalib yang juga Ketua Bagian Mahasiswa Asing di kampus datang ke ruang ujian. Berjalan pelan dari bangku ke bangku untuk mengawasi. Ketika sampai di deretan bangku persis di depan saya, dia berhenti. Lalu mendekati untuk berbisik ke seorang kawan yang memakai jubbah tersebut. Tentu percakapan mereka tak saya dengar. Tapi terlihat si mahasiswa itu menganggu beberapa kali. Sang profesor menepuk-nepuk pundaknya lalu berjalan ke deretan bangku selanjutnya. &lt;br /&gt;Ke esokan harinya, dua orang mahasiswa itu kembali mengenakan jubbah, yang mereka ganti hanya kopyah. Semula kopyah putih, kali ini dengan kopyah warna merah dengan balutan kain warna putih kopyah khas Azhar. Beruntung, Pak Hamid tak datang ke ruangan kami. Di hari ketiga, mereka tetap dengan pakean yang sama. Pak Profesor ternyata datang lagi ke ruangan kami. Kali ini dia berbicara kepada seluruh mahasiswa yang diruangan. Bukan hanya berbisik kepada dua orang mahasiswa dengan jubbah dan kopyah merah itu. Untuk sementara kami mengalihkan perhatian dari soal-soal ujian ke arahnya. Berdiri persis di dekat pintu ruangan, sembari melepas kacamata, bapak dengan postur tegak ini berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Bukan soal boleh atau tidak boleh. Tapi Universitas berhak untuk punya aturan sendiri. Aturan untuk dihormati oleh mahasiswa dan segenap civitas akademika. Kampus adalah tempat terhormat, didatangi oleh orang-orang yang terhormat pula. Maka jika Universitas melarang mahasiswanya untuk memakai jubbah ke kampus, tolong hormati aturan itu. Taati aturan universitas tempat kalian belajar…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jubbah adalah pakean sehari-hari laiknya longdress yang dikenakan oleh lelaki arab. Di perkantoran, para pegawai tak dipernankan mengenakannya. Di banyak kampus dan lembaga pendidikan, jubbah juga tak diperkenankan. Termasuk di universitas Al Azhar. Jubbah yang diperbolehkan hanya jubbah khas Al Azhar. Yaitu jubbah 2 lapis dengan pasangan kopyah warnah merah. Itu biasanya dikenakan oleh para penghafal al qur’an dan para penceramah jebolan Al Azhar. Grand Syeikh Al Azhar atau Mufti Negara mengenakan jubbah seperti itu. &lt;br /&gt;Tapi toh ternyata masih ada mahasiswa yang tak mengindahkan aturan tersebut. Para dosenpun tak terlalu ambil pusing dengan pakean mahasiswanya. Mahasiswa yang memakai celana ¾  yang sampe betis juga banyak. Pemakai sandal juga tak sedikit. Mahasiswa asing umumnya memakai sandal, apalagi ketika musim panas. Saya pun begitu, tak perduli musim panas atau dingin. Sandal itu lebih praktis. Pernah juga saya memakai baju sepakbola Chelsea ketika ujian. Tak ada masalah. Mungkin itu sebabnya para pemakai jubbah di kampus tak ambil pusing. Salah seorang kawan saya dari Madura di Fakultas Ushuluddin, tiap kali ke kampus kerap memakai jubbah putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya, aturan tentang niqob untuk mahasiswi ini akan berjalan seperti itu juga. Kampus boleh mengeluarkan aturan, tapi mahasiswi tetap dengan keyakinan dan pilihannya. Terlebih bagi mereka yang berkeyakinan bahwa niqob itu dianjurkan untuk perempuan. Bagi saya peribadi, memakai niqob atau tidak itu hanya pilihan. Kalo mau silakan pakai, gak mau ya sudah jangan pakai. Maka semoga Allah merahmati Syeikh Sya’rowi ketika ditanya prihal niqob beliau menjawab: goiru mafrud wa goiru marfud [ tak perintahkan dan tak dilarang]. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-8530899450992925710?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/8530899450992925710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/dilarang-memakai-cadar-di-kampus.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8530899450992925710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8530899450992925710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/10/dilarang-memakai-cadar-di-kampus.html' title='Dilarang memakai cadar di kampus! [1]'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-3266556549315414766</id><published>2009-08-15T06:59:00.004+03:00</published><updated>2009-10-11T08:00:34.995+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untitled'/><title type='text'>Lowongan Kerja</title><content type='html'>PENGOEMOEMAN !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAG INLANDER,…..HAJOO OERANG MELAJOE,…KOWE MAHU KERDJA??? GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLOE KOWE ENTOEK DJADI BOEDAK ATAOE TJENTENK DI PERKEBOENAN- PERKEBOENAN ONDERNEMING KEPOENJAAN&lt;br /&gt;GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE&lt;br /&gt;DJIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALI BERIKOET:&lt;br /&gt;1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat&lt;br /&gt;2. Kowe poenja njali gede&lt;br /&gt;3. Kowe poenja moeka kasar&lt;br /&gt;4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie&lt;br /&gt;5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak- pemberontak ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel.&lt;br /&gt;6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah.&lt;br /&gt;7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.&lt;br /&gt;KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG&lt;br /&gt;BERTOEGAS : &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;1. Keliling rawa Senajan 3 kali&lt;br /&gt;2. Angkat badan liwat 30 kali&lt;br /&gt;3. Angkat peroet liwat 30 kali&lt;br /&gt;Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer Atmadjaja&lt;br /&gt;Kowe Nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera, Batam, Soerabaja, Batavia en Riaoeeiland.&lt;br /&gt;Governement Nederlandsch Indie memberi oepah :&lt;br /&gt;1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil&lt;br /&gt;2. Istirahat siang 1 uur.&lt;br /&gt;3. Oepah dipotong padjak Governement 40 perc ent oentoek wang djago.&lt;br /&gt;Haastig kalaoe kowe mahoe..&lt;br /&gt;Pertanggal 31 Maart 1889&lt;br /&gt;Niet Laat te Zijn Hoor..&lt;br /&gt;Batavia 1889&lt;br /&gt;Onder de naam van Nederlandsch Indie Governor&lt;br /&gt;Generaal&lt;br /&gt;H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij&lt;br /&gt;Iklan ini benar-benar asli kutipan dari koran bertahun 1889 diambil di perpustakaan nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*diambil dari salah satu postingan di milist Revival.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-3266556549315414766?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/3266556549315414766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/08/lowongan-kerja.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3266556549315414766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3266556549315414766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/08/lowongan-kerja.html' title='Lowongan Kerja'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-6507693724339177699</id><published>2009-08-09T02:02:00.001+03:00</published><updated>2009-10-11T07:50:17.032+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Maka terbanglah Merak itu…</title><content type='html'>** Pertama kali aku mendengar namanya ketika masih duduk di kelas 2 SLTP. Suatu malam yang biasa di ruang tamu tempat keluarga bercanda. Kemudian abangku yang kuliah malam itu pulang, langsung ikut nimbrung di acara ‘aneka canda keluarga’ . Helm dia taruh di samping kursi, 2 kancing paling atas dari kemeja lengan pendeknya dilepas. Tibalah waktunya dia menyampaikan cerita. &lt;br /&gt;‘Tadi malam kami menyaksikan Rendra membaca sajak. Sebagai epilog penampilan teater Rumput kampus. Penampilannya jelas sekali membuat penampilan kru teater sebelumnya jadi terlihat buruk dan canggung. Rendra sekarang ada di Lombok’.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Bersemangat sekali abang kami itu bercerita. Bahasanya dibuat-buat tak seperti biasanya. Kadang-kadang ia seperti berpuisi sepotong-sepotong sembari telunjuknya ditusukkan ke udara di atas kepalanya. Ia meniru salah satu gaya ‘Rendra’. Padahal di ruang tamu saat itu yang tahu Rendra mungkin cuma dia. Dua adek ku masih SD, setauku tak ada puisi Rendra di buku paket pelajaran Bahasa Indonesia mereka. Aku sendiri kelas 2 SMP. Yang pernah kami pelajari adalah Chairil Anwar dengan puisi AKU-nya. Sedangkan ibu, haqqul yakin aku kalau beliau tak tau Rendra. Yang ibu tau paling-paling Sahri, komandan buruh yang biasa jadi langganan kami untuk membantu menggarap sawah. Busrah, pedagang sayur. Atau Jamil, staf kantor desa yang bertugas keliling ke rumah-rumah warga dengan buku catatannya. Kemudian dia akan mencari kursi, lalu berdiri diatasnya untuk memperhatikan angka-angka pada kilometer. Angka-angka itu adalah jumlah listrik yang kami habiskan sebulan. Atau Bakri, tukang ojek berambut kribo dan disaku belakang jeansnya selalu ada sisir. Pandangannya tentang fashion dia terjemahkan dengan senantiasa membawa sisir di saku belakang celana, dan cerminnya adalah kaca spion. Tapi dialah yang paling suka ibu panggil. Ibu lebih tenang kalo yang membonceng dia adalah Bakri, bukan abang kami. Atau Makrif, petugas di bank BRI kecamatan yang tugasnya membagikan nomer tunggu bagi nasabah yang datang. Tentu ibu mengenalnya, karena saban awal bulan ibu akan ke BRI menyisihkan gaji pensiunan bapak untuk ditabung. Kadang bukan untuk nabung, tapi untuk menyetor kredit. &lt;br /&gt;Jadi, di ruang canda itu siapa lagi yang tau tentang Rendra selain abangku? Yang dia maksud Rendra ada di Lombok itu juga bukanlah Rendra asli. Tapi Lalu Rajabul Akbar, salah seorang temannya di Teater Rumput. Pandai benar memang Rajab itu baca puisi. Tentulah juga dia bisa meniru Rendra, karena sesuai dengan cerita abangku tadi, dia selama 3 hari mendengarkan kaset rekaman Rendra. &lt;br /&gt;Sejak malam itu, selain Chairil Anwar dan Amir Hamzah, aku tau Rendra. Rendra dengan WS di depan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Sekitar 3 tahun lalu, film Rendra ‘Yang Muda Yang Bercinta’ sempat aku tonton. Aku copy ke hardisk, jadi aku bisa tonton lagi. Itu satu-satunya film Rendra yang aku tonton. Produksi lama. Konon, film itu di masa Orde Baru dilarang tayang. Bagian yang suka saksikan ulang adalah ketika Rendra baca puisi di halaman kampus ITB. Potongan itu bisa pernah pula aku saksikan di Youtube, karena file film yang di hardisk itu kehapus. Barulah beberapa bulan lalu aku sempat tonton film Rendra yang lain ‘Lari Dari Blora’, film tentang suku Samin di Jawa. Mungkin ada filmnya yang lain, tapi aku tak tau. Tentang teaternya, sama sekali aku tak pernah menonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Aku tau dia juga ketika dia bergabung dengan Iwan Fals cs, lalu sempurnalah Kantata Takwa yang dimodali oleh ekonom-budayawan Setiawan Djody. Tapi dia adalah seorang penyair, maka pada salah satu album Kantata saat itu atau ketika manggung, tentulah dia didapuk menjadi pembaca puisi. Yang terkenal adalah Kesaksian yang durasi musiknya diatas rata-rata itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Lalu beberapa hari lalu Izrail datang bertamu. Sebenarnya tanda-tanda kedatangan pembawa maut itu sudah ada sebelumnya. Rendra sempat dirawat di beberapa rumah sakit. Konon, gagal ginjal jadi pemicu. Tapi galibnya seorang penyair, jarang mau bermanja. Asal ada setarik dua tarik nafas, pingin juga dia pulang. Ia pulang ke rumah putirnya dan sempat menyaksikan pemakaman Mbah Surip yang tenar tiba-tiba seperti ketiban duren itu. Tapi maut tak bisa disangkal, datangnya tak kuasa ditebak juga. Lalu kota terkejut, Burung Merak itu terbang. Terbang untuk selamanya. &lt;br /&gt;Namun kematian hanya soal pisah raga ditinggal ruh. Soal jasad berselimut tanah. Soal  dunia bukan lagi tempat hidup. Akan ada yang terkenang. Kata akan terkenang. Sebab kata tak mati. Sebab kata tak serupa jasad yang mati dipancung. Barisan kata itu nanti akan menjadi jejak-rekam perjalanan Merak ini. Selamat jalan bung..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-6507693724339177699?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/6507693724339177699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/08/maka-terbanglah-merak-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/6507693724339177699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/6507693724339177699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/08/maka-terbanglah-merak-itu.html' title='Maka terbanglah Merak itu…'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-5725507003520616539</id><published>2009-07-23T05:47:00.001+03:00</published><updated>2009-10-11T07:51:01.304+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Politik air mata vs air mata politik</title><content type='html'>…tears are perfect eyedrops…&lt;br /&gt;     - Miracle Of Eye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata sendiri adalah kelenjar yang mengalir buah dari proses lakrimasi. Lakrimasi juga merupakan alias lain dari menangis. Tak hanya manusia yang mengenal proses lakrimasi. Mamalia daratpun punya sistem lakrimasi yang memungkinkan mata mereka basah. Tapi hanya pada manusia, lakrimasi yang menghasilkan air mata berkait-sangkut dengan emosi. Emosi pada manusia ada yang muncul secara natural sebagai bentuk respon terhadap rangsangan dari luar. Misalnya ketika dilanda kesedihan, luka, atau bahkan ketika senyum dan tawa tak lagi mampu mengungkapkan kebahagiaan secara sempurna. Di dalam bahasa kita kerap mendengar ungkapan ‘air mata bahagia’. &lt;br /&gt;Disamping itu adapula emosi yang diatur dan dikontrol oleh manusia. Maksud dikontrol disini adalah ekspresi emosi tersebut tidak merupakan respon jujur terhadap efek dari luar. Akan tetapi merupakan pengaruh pergolakan batin sang subjek dimana pergolakan tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Ini tampak terlihat tampak terlihat jelas ketika manusia yang sebagai subjek itu ber-acting. Dalam sebuah lakon, satu baskom air mata sekalipun bisa dikeluarkan. Manusia berusaha mengingat-ingat atau mengandaikan kepiluan yang membuat emosinya bergerak menuju kesedihan maka mengalirlah air mata. Letak kehebatan manusia adalah kemampuannya untuk mengontrol semua proses tersebut. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Bermula dari bayangan yang dihadirkan sendiri hingga kapan air mata tersebut harus mengalir dan berhenti. Disinilah air mata tak lagi merupakan juru ungkap yang jujur atas apa sebenarnya yang terjadi. Disini air mata adalah objek yang dikontrol sepenuhnya oleh sang subjek. Air mata disini adalah tuna-makna bahkan hampa makna. Air mata itu adalah dusta. Katakanlah ‘air mata bawang’. Atau mungkin bisa dikatakan dengan ‘air mata buaya’. Air mata dari orang yang pura-pura dengan maksud dan tujuan tertentu. Bisa untuk mengelabui, mempertegas ucapan, serta mengundang rasa percaya bagi yang melihatnya. Terlebih lagi jika pemirsa merespon balik dengan tanggapan emosional juga. Tentu yang datang adalah rasa simpati dan iba. Di kalangan orang emosional, air mata adalah senjata yang ampuh untuk meraih simpati. Sebab air mata datang dari emosi – entah yang jujur atau bohong – dan akan menemukan sambutan positif dari emosi pula. &lt;br /&gt;Lain halnya dengan logika. Logika melihat isi bukan melihat bungkus. Logika mengajarkan untuk melihat point permasalahan bukan kepada bumbu-bumbu yang ditaburkan ketika permasalahan diungkapkan dan dijabarkan. Sederas apapun air mata anda mengalir, kalau anda memang salah, maka logika memutuskan bahwa anda bersalah dan tetap mendapatkan hukuman akibat kesahalan tersebut. Dan air mata tak menghilangkan, bahkan mengaburkan inti permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap logika, air mata bukan lagi senjata. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-5725507003520616539?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/5725507003520616539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/07/politik-air-mata-vs-air-mata-politik.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/5725507003520616539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/5725507003520616539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/07/politik-air-mata-vs-air-mata-politik.html' title='Politik air mata vs air mata politik'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-380207787233092097</id><published>2009-07-19T19:57:00.004+03:00</published><updated>2009-10-11T07:56:54.136+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggumam'/><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>Awalnya adalah laut. Lantas menguap, menggumpal awan. Kemudian kelam, mendungpun pecah menjadi renyai, gerimis, hujan yang seperti jutaan anak panah menghujam tanah. Iya hujan, ingatan tentangnya memberikan dampak melankoli. Terutama untuk orang dewasa. Jika menderas, bergegas baju dan celana dilepas. Suara air di seng itu adalah undangan untuk berkumpul di ruas jalan atau tanah lapang. Bermufakat dan memutuskan permainan apa yang hendak dilakukan. Biasanya mufakat itu akan berujung pada bola plastik atau benteng-bentengan. (Permainan dua group dengan sebatang pohon atau tiang listrik sebagai benteng. Semua anggota harus menyentuhkan tangan di batang tersebut. Jika salah seorang terlebih dahulu berlari keluar benteng dan terkejar oleh anggota group lawan, maka yang bersangkutan praktis menjadi tawanan. Berbaris di kawasan dekat benteng penyandera menunggu kawan mereka yang akan menyelamatkan dengan menyentuh mereka. Tapi sandera juga adalah umpan. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Jika pasukan penyelamat itu datang mendekat, tim penyandera sudah sigap untuk menjadikan penyelamat itu jadi sandera. Itu kenapa sang penyelamat itu adalah yang paling kencang larinya. Paling licin badannya. Paling lihai gerakan tipuannya ketika berlari. Hingga kekalahan adalah ketika pihak lawan berhasil menyentuh benteng. Masih banyak atau tersisa satu anggota dari group tersebut. Menyentuh benteng lawan adalah isyarat kemenangan dengan berteriak benteng lawan terbakar..terbakar..terbakar…).&lt;br /&gt;Alangkah nikmatnya hujan. Berkah untuk semesta. Kemarau yang memaksa tanah menjadi bongkahan-bongkahan cadaspun meleleh. Dedaunan menjadi bersih dan segar karena shower langit itu membersihkan debu yang menempel. Hujan juga memberi kenikmatan bukan tiada tara pada anak-anak yang usai bermain air lalu ibu mereka menghidangkan senampan ubi goreng. Serombongan katak air akan bersahut-sahutan girang persis ketika hujan reda. Itu kenapa hujan acap memberikan ruang melankoli pada manusia dewasa. Antara rindu, senyum tipis dan rasa aneh melihat tanah tak lagi leluasa menyerap air. Sebab tanah sudah tertutup beton yang enggan menyerap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sini, di tempatku duduk musim sedang memberikan rata-rata 36 derajat celcius tiap harinya. Sekali kulihat matahari yang terbakar itu, berkali-kali aku rindu pada hujan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-380207787233092097?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/380207787233092097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/07/hujan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/380207787233092097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/380207787233092097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/07/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-2529965587586632275</id><published>2009-06-28T13:23:00.003+03:00</published><updated>2009-10-11T07:51:28.039+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Jacko</title><content type='html'>Diambil dari Majalah Tempo Edisi. 17/XXXIV/20 - 26 Juni 2005 &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Jackson adalah sebuah kesepian. Pada suatu hari, ketika umurnya menjelang 30 tahun, ia mengubah warna kulitnya yang gelap jadi hampir sepucat langsat, hidungnya yang pesek jadi mirip gading diraut, dan rambutnya yang kribo jadi bak mayang terurai. Lihat, kata orang yang kesal, si negro itu menampik asal-usulnya! Ia malu akan ciri rasnya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak bertanya kenapa, mereka merasa tahu kenapa. Kata mereka Michael ingin jadi kejora yang paling berkerlap. Ia bersolek habis-habisan. Wajah itu jadi topeng, tubuh itu jadi manekin di etalase. Tapi itu semua hasil kemasan yang dicocokkan dengan selera kecantikan orang putih, karena merekalah yang sejak berabad-abad menentukan—berkat penaklukan di masa lalu dan media massa di masa kini—apa yang "bagus" atau "tak bagus" di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaliknya bisa dikatakan: bukankah Michael Jackson yang membuat dirinya sebuah boneka yang siap bagi mereka yang ingin menontonnya terus-menerus? Ia seorang pesulap. Tiap pesulap tahu, di depan khalayak ia berdusta, karena dusta itu mengasyikkan para hadirin. Di situlah Michael tak sekadar sebuah manekin. Ia subyek yang bermain.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang subyek itu akhirnya tak kentara, sebab transformasi itu tak kunjung berhenti. Michael mengenakan topeng sampai lepas panggung. Tapi apa boleh buat: ia penyanyi yang jadi selebriti: tiap saat adalah sebuah pertunjukan, tiap jengkal tanah sebuah pentas, tiap posisi sebuah pose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memang tampak tak "alamiah" dan ganjil. Tapi bukankah justru itu tanda ia melebur diri jadi bagian hasrat orang ramai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ia juga seperti kita. Atau tiap kita adalah Michael Jackson: aku sebagai seonggok kecemasan. Ketika aku bercermin atau melihat pasfoto dalam KTP-ku, tampak sebuah sosok. Kusepakati sosok itu diriku. Tapi cermin itu, juga pasfoto KTP itu, sebetulnya sebuah medium permufakatan sosial. Di baliknya ada masyarakat, kekuasaan, juga hukum: sebungkah pihak "Sana" yang memberi diriku, di "sini", sebuah stabilitas, sebuah nama, sebuah identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tahu cermin itu, pasfoto KTP dan kesepakatan itu, sebenarnya tak menunjukkan aku seutuhnya. Dengan bercermin sesungguhnya aku jadi bagian dari "Sana" yang hanya melihat diriku dari luar pada suatu saat. Yang selalu luput dalam identifikasi itu adalah "aku" yang tak tampil pada saat itu. Maka di depan cermin terkadang aku cemas kalau-kalau tak memenuhi ukuran "Sana", terkadang aku juga cemas kalau-kalau "Sana" menaklukkan aku sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di teater yang tak berbatas, Michael Jackson (berbeda dari kita) berkaca tak henti-henti. Di mana sebenarnya, dan seharusnya, dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira ia sadar: ia orang hitam, bagian dari ras yang dianggap nista. Maka ia jadikan dirinya topeng, sengaja atau tidak, sebagai cara menunjukkan bahwa cermin yang dipasang pihak "Sana" yang memberinya identitas itu telah menjepit dirinya. Ia tak mau. "I am not going to spend/My life being a color," begitulah sebaris syair rap dari Black or White.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam lirik They Don't Care About Us, protes itu tajam: di Amerika, tanah kelahirannya, ia capek jadi korban yang selalu dipermalukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm tired of bein' the victim of shame&lt;br /&gt;They're throwing me in a class with a bad name&lt;br /&gt;I can't believe this is the land from which I came&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebab itu pula, seluruh hidupnya adalah kisah melepaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melepaskan diri dari citra lelaki "negro" yang tersebar ke seluruh dunia sejak si budak Mandingo sampai si petinju Mike Tyson: otot jantan yang brutal, obyek fantasi seks, sumber rasa ngeri dan iri. Michael Jackson justru tampil bak Arjuna dalam wayang Jawa: lelaki yang semampai, lembut, "feminin", meskipun pada Michael, itu berarti kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada paradoks dalam kesepian itu. Di satu pihak ia ingin membentuk ceritanya sendiri (dalam Scream yang menjeritkan ketidakadilan Michael berkata ketus: "Tired of you tellin' the story your way"). Tapi, seperti tadi dikatakan, ia juga pesulap yang ingin membuat dirinya jadi bagian keasyikan orang ramai. Ia "pembeda", dalam arti ia membuat perbedaan jadi tampak; tapi ia juga—jika kita pakai kata Jawa beda di sini—mengusik, berseloroh, menarik-ulur orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sesuatu hilang dalam proses "beda" itu: Michael—makhluk showbiz yang sejak umur enam tahun selalu merelakan diri jadi sebuah konstruksi pasar—tak pernah punya dunia di mana ia bergerak polos, "alamiah". Ia tak punya masa kanak seperti kita. Ia bukan seperti Si Wendy dan adik-adiknya dalam The Adventures of Peter Pan. Ia kehilangan masa itu. Kita baca sebait liriknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have you seen my childhood?&lt;br /&gt;I'm searching for the world that I come from&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kanak yang hilang itu selalu ia cari, tapi ia tahu tak seorang pun memahaminya. Orang melihatnya sebagai kelakuan eksentrik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They view it as such strange eccentricities...&lt;br /&gt;'Cause I keep kidding around&lt;br /&gt;Like a child&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ketika di usia hampir 40 ia terus bermain dan tidur bersama anak-anak di estate-nya yang ia sebut "Neverland" seperti dunia Peter Pan, orang pun mengejeknya sebagai "Wacko Jacko". Orang berteriak: awas, ia pedofiliak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terbukti tak bersalah. Tapi ia tetap sebuah kesepian. Ia gagal melepaskan diri dari sebuah dunia yang menentukan bahwa jadi "dewasa" adalah jadi "normal" dan lurus, hingga mudah bagi proses produksi yang digerakkan modal, seperti kayu yang diketam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, ia tak bebas dari dunia yang ditakutkan Peter Pan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penutup yang sedih dari cerita J.M. Berrie itu, Peter—makhluk yang datang sebagai khayal anak-anak itu—menolak bersekolah, kerja di kantor, dan jadi "laki-laki". Malam itu ia lihat Wendy jadi dewasa dan tak bisa lagi terbang mengikutinya. Ia dapatkan Michael, si adik, sudah besar dan lupa akan petualangan mereka bersama dalam dongeng. Dengan sayu Peter Pan pun berkata, sebelum lenyap: "Halo, Wendy, selamat tinggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goenawan Mohamad&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-2529965587586632275?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/2529965587586632275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/jacko.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/2529965587586632275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/2529965587586632275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/jacko.html' title='Jacko'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-471795128836439343</id><published>2009-06-16T07:48:00.003+03:00</published><updated>2009-10-11T07:51:13.556+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Janji bukan tempat bahasa majas, bung!!!</title><content type='html'>Kita harus memulainya dari mana? Sangkut-marut ini sudah sedemikian nau’duzubillah-nya. Siapa yang harus memulainya? Orang-orang ini sudah sedemikian memuakkan. Lalu bagaimana? Silahkan saja aku dan anda hidup demi diri sendiri, berjuang untuk diri sendiri dan dengan mandiri. Biar nanti ketika masing-masing kita sudah berhasil menghidupi diri sendiri, dengan sendirinya pula pola komunikasi antar-kita terbentuk. Interaksi saling melengkapi, saling mencukupi, take and give, cost and benefit, ‘irdh wa tolab, berebeng deit ngembit alias memberi dan menerima. Tanpa kita sepakati aturan yang kita pakai disini, biarlah nilai-nilai kemanusiaan kita berbicara. Kemanusiaan kita pasti akan menuntun. Dan kemanapun arah perjalanan kita nanti, Jhon Bon Jovi saja berani berucap: Tuhan membawa kita sejauh ini, bukan untuk meninggalkan kita. Tak usah lagi berharap terlalu banyak terhadap organisasi raksasa bernama negara. Negara yang identik dengan aparatur. Identik dengan pembagian kekuasaan. Identik dengan penegak tonggak-tonggak. Identik dengan persaingan menuju istana. Identik dengan perlakuan terhadap rakyat bak konsumen ketika musim pemilihan datang. Promosi digencarkan. Jumlah nama di DPT adalah total peluang. Satu suara adalah bilangan-bilangan yang akan menentukan persentasi untung-rugi. Ujung-ujungnya setiap kelingking yang kena tinta selepas hari H, adalah andai-andai tentang berapa gobang masuk kantong atau berapa Mallim yang jadi tumbal.[Mallim – bahasa lokal - adalah pecahan terkecil dari mata uang Pond Egypt. 1 pond = 100 piasters dan 1 piaster = 10 mallim]. &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Mau membantah? Mari saja kita jujur. Apa sih yang diinginkan seorang politikus? Apa yang dia inginkan ketika mengeluarkan dana demi satu kursi di senayan? Coba kita tebak.&lt;br /&gt;1. Mulai dari yang paling mulia. Tujuannya adalah untuk berbakti dan memajukan negeri. Hampir semua orang menjual hal ini. Dijual via tv, koran, majalah, situs, jejaring sosial, konvoi, dari atas panggung, pamphlet de el el. Sungguh mulia tujuan itu kawan, sungguh mulai bukan buatan. Bagi politikus yang bertujuan berbakti dan memajukan negeri, anggap saja gaji itu adalah uang capeknya. Atau hal non-utama yang pasti ada ketika tujuan tercapai. Kalau ada politikus yang seperti ini, dengan tak ragu aku setuju gaji mereka dilipatkan. Jika ada kesempatan, biar aku yang menghidangkan sarapan untuk dia. Serius?!!&lt;br /&gt;2. Status sosial. Ini manusiawi. Manusia suka menjadi orang terpandang. Suka jadi pahlawan yang tak kesiangan. Bahkan suka pula bercerita tentang kebaikan terhadap orang lain. Tentu keluarga dan handai tolan juga akan bangga ketika melihat poto salah seorang famili mereka berada disamping kanan poto garuda yang abadi dalam menengok itu. Jika ada politikus seperti ini, maka ku katakan: Anda akan terpandang dan jadi pahlawan jika kempimpinan itu anda gunakan untuk kebaikan rakyat. &lt;br /&gt;3. Menegakkan ideologi. Ini daerah sensitif. Manusia akan suka dan bangga jika ideologi yang dia anut berhasil menjadi nomor satu. Menguasai negara. Pertarungan ideologi gak masalah jika bisa bersaing dalam kultur yang fair dan toleran. Asal ideologi ini bukan menjadi senjata untuk membunuh lawan. &lt;br /&gt;4. Ekonomi. Barangkali ini salah satu pengaruh tak terkontrol dari pasar dan filosofinya. Filosofi jual-beli, untung-rugi, ‘gobang-malli’. Jadilah ranah politik adalah pasar. Pasar metaforik. politikus adalah pelaku dalam pasar. Dana kampanye adalah harga beli dari salah satu jabatan di pemerintahan. Jabatan itu yang nantinya dieksploitasi untuk mengembalikan modal dan mencari untung. Politikus seperti ini dalah pialang saham. Untuk politikus seperti ini, supremasi hukum dan perangkat undang-undang semestinya jadi safety-net. Agar para pialang politik tak punya kesempatan menjual jabatannya demi mata uang. Agar mereka puas dengan gaji bulanan dan segala macam tunjangan yang mereka terima.&lt;br /&gt;5. Menghapus jejak. Seperti judul lagu Peterpan. Barangkali ada tipe seperti ini. Tipe orang insyaf. Setelah sebagian umur digunakan untuk mengisap harta negara, sekarang sudah saatnya untuk menghapus jejak busuk itu. Kemarau setahun hilang dengan hujan 3 jam barangkali ungkapan yang tepat untuk tipe seperti ini. Bagaimanapun jika mereka berhasil berbuat kebaikan dan mencitrakan diri dengan kebaikan tersebut, dosa masa lalu mereka setidaknya bisa dilupakan orang. &lt;br /&gt;6. Mematikan musuh. Disini negara adalah senjata untuk mengalahkan pihak yang dianggap sebagai lawan. Tipe ini menjadikan negara sebagai senjata sekaligus medan perang. Dia menang atau tidak, negara tetap rugi. Karena tiap kemenangan akan mengandung kekalahannya sendiri. Skat pemisah antara dua hal yang bertentangan itu tipis bukan? Tipe politikus ini tak salah kalau dibilang psikopat. Kalau membunuh, sekalian saja. Biar terlihat mantap. Bukankah take tens lives, you’re serial killer, take thousands, you’re a war hero?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menambahkan kira-kira tujuan apa seseorang mau jadi presiden umpamanya. Gak salah kita menebak hal tersebut. Apalagi sekarang musim kampanye presiden. 3 calon Mega-pro, SBY-Berbudi dan JK-Win harus terlihat jelas apa sebenarnya motif mereka. Biarkan saja mereka saling sindir dan klaim apa yang telah mereka perbuat. Jika tak dibarengi dengan canangan program yang unggul, toh dari sana kita bisa liat kelas dan kualitas mereka. Walau aku lebih suka mereka tak usah saling sindir, langsung saja ngomong terus terang. Bila perlu sebut nama. Gak usah pake malu-malu kucing segala. Mari sini para capres, kelilingkingmu tautkan dikelingking kami sebagai rakyat, lalu mari kita berjanji untuk negeri ini. Janji yang jelas. Janji yang tak pakai majas, agar tak ada celah untuk lari dari pertanggungjawaban 5 tahun kelak. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-471795128836439343?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/471795128836439343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/janji-bukan-tempat-bahasa-majas-bung.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/471795128836439343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/471795128836439343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/janji-bukan-tempat-bahasa-majas-bung.html' title='Janji bukan tempat bahasa majas, bung!!!'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-8978434534176250110</id><published>2009-06-10T03:47:00.005+03:00</published><updated>2009-10-14T05:02:55.967+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Cuaca panas, sebut saja Dian Sastro!!!</title><content type='html'>38 derajat celcius adalah angka yang meresahkan di musim panas. Semakin resah ketika tingkat kelembaban udara begitu rendah. Oke, sepintas mungkin anda berfikiran bukannya asik kalau kelembaban udara rendah, yang artinya konsentrasi air di udara lebih sedikit dari pada konsentrasi air di tubuh. Hingga air dalam tubuh bisa dengan cepat menguap. Ujung-ujungnya kita terbebaskan dari masalah keringat. Gak repot kipas-kipas, pakean gak basah, plus peluang bau badan karena cairan asin tersebut berkurang. Ini saya sepakati saja lah, karena siapa sih yang enjoy berurusan dengan keringat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo urusan tingkat kelembaban yang rendah ini berefek bagus ke keringat, tapi tak begitu adanya dengan kulit. Dampak penguapan yang cepat tersebut memaksa kulit untuk bertungkus-lumus menahan panasnya suhu. ( bertungkus-lumus itu bahasa melayu, artinya kira-kira bekerja keras). Dampaknya? Bisa dibayangkan. Kulit akan terasa panas, kering, bahkan untuk orang-orang tertentu, kulitnya bisa merah-merah. Pokoknya gak nyaman deh. Untuk mencegahnya, perlu lotion pelembab. Mengoleskan lotion ini artinya menambah pekerjaan ketika mau keluar rumah. Apalagi untuk lelaki. Aku sendiri males memakai lotion pelembab, kecuali kalo ke daerah pantai. Gak apa-apa lah repot sedikit, untuk mencegah ketidaknyaman yang lebih besar. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Lebih lanjut tentang pengaruh tinggi rendahnya kelembaban udara ini, silakan gooling aja deh. Jadi bahasan ini selesai dan beralih ke cerita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang aku kemukakan diatas, 38 celcius itu bukanlah angka yang enak untuk berlama-lama di luar rumah, apalagi di jalanan. Tapi karena dipaksa keadaan, mau gak mau aku harus di luar ruangan dan berlama-lama di jalan. Memang sih, konsentrasi terhadap panasnya suhu sedikit berkurang dengan mengobrol. Aku saat itu keluar rumah dengan seorang kawan. &lt;br /&gt;Sambil berjalan, aku katakana ke dia : “ Sul, ente tau gak gimana cara biar panas hari ini gak terlalu menyiksa ?”&lt;br /&gt;“Gimana,,,gimana  Lop, biar cuaca yang kurang ajar ini gak mengganggu tubuh-tubuh macho kita ini”. Ucapnya sambil tertawa. &lt;br /&gt;“Gampang sebenarnya, cukup dengan mengucapkan secara sungguh-sungguh lawan kata dari panas: sejuk..sejuk..sejuk…macam kita berzikir itulah”.&lt;br /&gt;“Ah yang bener Lop, mana bisa? Apa hubungannya?”&lt;br /&gt;“Boleh saja tak menyebut perlawanan kata tersebut. Bisa diganti kok dengan kata-kata lain yang kira-kira ‘adem’. Misalnya jus mangga…jus mangga..AC…AC..jendela mobil..dan sebagainya”&lt;br /&gt;“Kalo gitu, sekalian aja kita sebut Luna Maya, dia pasti adem tuh. Atau setidaknya perasaan kita adem di samping dia. Ente sebut aja terus Dian Sastro, ente kan fans nya…kwkwkwk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terdiam, aku sendiri dengan haqqul yakin mencoba melakukan ritual berzikir dengan perlawanan dari situasi yang aku hadapai. Berpuluh kali aku menyebut sejuk..sejuk..sejuk..bahkan aku tambah dengan nama Dian Sastro dan Marwa, nama gadis yang tingga 2 lantai diatas tempat tinggalku. Tapi perlahan konsenstrasiku berpindah ke 2 tahun lalu. Saat aku berkunjung ke rumah kawan untuk copy film. Disana aku melihat sebuah buku terjemahan bersampul biru muda. Judulnya The Power Of Water, tulisan seorang Jepang. Ingatanku aku buat kerja keras untuk menyusuri lembar-lembar buku tersebut. Dan itzz…aku menemukannya. Ingatan aku biarkan berhenti disana. Mencari-mencari apa sebenarnya yang aku butuhkan. Akhirnya ketemu juga. Dimisalkan dengan sebuah pertanyaan, jika disebuah ruangan pertemuan yang ramai dan riuh, bagaimana cara menciptakan space yang nyaman untuk menerima telpon?&lt;br /&gt;Mutlak dibutuhkan area kedap suara. Teorinya adalah meciptakan gelombang yang bertentangan dengan gelombang udara yang masuk ke area tersebut. Gelombang suara tertolak, dan hasilnya area telpon itu bisa digunakan untuk bercakap-cakap secara nyaman. Aku pernah sampaikan itu ke salah seorang kawan jurusan eksak, dia bilang itu namanya Teori Paradoks. Aku gak terlalu faham tentang fisika dan teori-teorinya. Tapi sepertinya teori paradoks ini bener-bener ada. Setidaknya gak apa-apalah aku percaya, tanpa harus googling. Kwkwkwk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi anda fahamkan alasan kenapa aku sarankan ke kawan yang kepanasan itu untuk terus-terusan menyebut perlawanan dari situasi tersebut. Sejuk, jus mangga, Luna Maya, Dian Sastro atau bahkan Marwa. Yang jelas yang bernuansa sejuk-sejuk lah. &lt;br /&gt;Jadi kalo cuaca panas, dari pada mengeluh tentang panas, mendingan menyebut nama orang-orang yang terkasih bukan? Tentu saja aku gak bisa kasi guarantee….hahaha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-8978434534176250110?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/8978434534176250110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/cuaca-panas-mari-ingat-yang-terkasih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8978434534176250110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8978434534176250110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/cuaca-panas-mari-ingat-yang-terkasih.html' title='Cuaca panas, sebut saja Dian Sastro!!!'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-1740339848669194674</id><published>2009-06-01T22:34:00.002+03:00</published><updated>2009-10-14T05:03:07.451+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggumam'/><title type='text'>Kala Lelaki Membahas Perempuan</title><content type='html'>Saya bukanlah pengamat, saya hanya pembaca berita. Hampir setiap hari saya browsing untuk berita. Utamanya berita sepakbola. Situs-situs yang menampilkan berita sepakbola dengan segenap pernak perniknya ataupun situs untuk menonton cuplikan gol dalam sebuah pertandingan adalah yang paling sering saya akses. Baru setelah itu saya membaca berita lain atau membaca cerita pendek yang dimuat di harian. Gosip-gosip tetang tingkah polah artis kita tidak termasuk ‘berita lain’ yang saya sebutkan tadi. Bukan berarti saya muak se muak-muak nya dengan infotainment, bukan sama sekali. Berita tentang album baru dan film suka saya baca. Bahkan sebelum mencari dan menonton film, kerap saya sempatkan diri untuk membaca preview atau komentar-komentar yang ada tentang film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi adalah hari ke dua saya membaca buku karya Ibnu Qudamah yang mulai ditulis sekitar 8 abad lalu. Al Mugni nama buku tersebut. Yang saya baca adalah 3 topik saja, yaitu: etika melamar, akad nikah serta hal-hal yang berkait-sangkut dengan hak perempuan untuk memutuskan tali pernikahan. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Sedikit bocoran, seorang gadis punya hak untuk memilih dan menentukan calon suaminya jika memang calon itu baik-baik walaupun orang tuanya berpandangan lain. Jika perempuan tersebut adalah janda, maka ia benar-benar bisa menentukan pilihan tanpa harus memperhatikan pendapat setuju atau tidak dari orang tuanya. Ketika mau akad nikah, perempuan juga berhak mencantumkan syarat-syarat ke calon suaminya yang disaksikan oleh penghulu dan saksi, dimana syarat-syarat itu nantinya harus dilaksanakan oleh suami. Misalnya, syarat agar ia dan suaminya tetap tinggal di suatu daerah dan syarat agar suami tidak poligami. Jika di tengah perjalanan pernikahan tersebut istri merasa ada ketidaknyamanan atau kekhawatiran dia nantinya tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri dan sebagai hamba Allah, dimana hal tersebut disebabkan faktor dari suami, maka istri yang bersangkutan berhak mengajukan pemutusan hubungan pernikahan dengan mengembalikan mas kawin yang diberikan suami ketika akad. Tidak dianjurkan bagi suami untuk meminta lebih dari harga mas kawin yang telah ia berikan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sehari sebelum siang tadi, saya berhadapan dengan Ibnu Arobi dengan tafsirnya atas surat al Baqarah ayat 282. Bahwa dalam ekonomi dan perdagangan syarat minimal dari saksi atas praktek ekonomi atau perjanjian-perjanjian perdangan adalah 2 saksi laki-laki. Jika tidak, maka 1 laki dan 2 perempuan. Secara sederhana bisa ditarik kesimpulan kesaksian seorang lelaki bernilai kesaksian 2 orang perempuan. Bahkan dalam pernikahan hanya lelaki yang boleh dan absah menjadi saksi. Bahkan lagi, penulis menyempatkan diri untuk menjelaskan alasan kenapa lelaki lebih tinggi dari perempuan. Berikut alasannya :&lt;br /&gt;1. Makhluk pertama yang tercipta adalah lelaki. Maka asal usul perempuan adalah dari lelaki.&lt;br /&gt;2. Perempuan pertama diciptakan dari bagian tubuh lelaki pertama. &lt;br /&gt;3. Perempuan kurang dari sisi agama. Kurang disini berkait erat dengan tamu bulanan perempuan dimana pada fase tersebut dia tidak dibolehkan melakukan ritual-ritual keagamaan terlebih praktek yang mewajibkan kesucian diri, seperti sholat, hajji. Sedangkan lelaki, praktis tanpa tamu bulanan.&lt;br /&gt;4. Perempuan lebih mengedepankan sisi emosional. Penggunaan akal menjadi kurang. Terlebih di fase menstruasi.&lt;br /&gt;5. Dalam pembagian harta warisan, bagian perempuan adalah setengah dari bagian lelaki. &lt;br /&gt;6. Perempuan diciptakan dengan potensi fisik yang lebih lemah dibandingkan lelaki. Oleh karena itu, dalam peperangan misalnya lelaki lebih dikedepankan untuk mengangkat senjata dari pada perempuan. &lt;br /&gt;Hal-hal diatas memang mendapatkan penjelasannya masing-masing. Sengaja saya tak menaruh penjelasan tersebut untuk menyingkat tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam yang lalu kembali saya membaca opini disalah satu majalah tentang jilbab. Terkait dengan suhu politik tanah air yang makin hangat. Istri dari pasangan JK-Win kebetulan adalah ibu-ibu yang mengenakan kerudung. Sedangkan istri SBY-Berbudi tidak. Bola politik bernama isu jilbab ini lantas ditendang ke lapangan perpolitikan. Bahwa kans JK-Win untuk mendapat simpati pemilih beragama islam lebih besar karena faktor jilbab tersebut. Seorang politisi laki-laki dari salah satu partai yang berkoalisi menyokong SBY-Berbudi sempat menganjurkan istri dari pasangan ini untuk mengenakan jilbab. Anjuran dari seorang politisi, di tengah hangatnya perpolitikan dan tentang isu politik adalah alasan simple untuk menyimpulan bahwa anjuran tersebut bermotif politis. Artinya jilbab yang merupakan kewajiban itu diubah menjadi komoditi politik untuk menaikkan posisi tawar dalam merebut simpati pasar (pemilih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh kasus yang menyangkut perempuan tapi dibahas dan didiskusikan oleh lelaki. Yang membahas itu lelaki, yang membaca juga ada kemungkinan lebih banyak lelaki. Sayapun sekarang termasuk dalam golongan lelaki yang membahas perempuan. Hahahah….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-1740339848669194674?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/1740339848669194674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/kala-lelaki-membahas-perempuan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/1740339848669194674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/1740339848669194674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/06/kala-lelaki-membahas-perempuan.html' title='Kala Lelaki Membahas Perempuan'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-4190206559630572409</id><published>2009-05-30T09:21:00.003+03:00</published><updated>2009-10-11T07:51:57.770+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Agar Tak Cilaka Dua Belas</title><content type='html'>Aku sedang asik minum coffe mix sambil berselancar di dunia maya ketika Sul mendekatiku. Wajahnya tampak serius. Dari mimiknya sepertinya dia mau mengajakku membahas hal yang genting. Mustahak kata orang Malaysia. Maklum sebelumnya dia pernah mengajukan kasus untuk kami analisa. Yaitu kebiasaan petani ketika butuh uang kemudian dia serahkan sawahnya kepada orang yang memberi pinjaman untuk dikelola. Kapanpun dia bisa mengembalikan pinjaman tanpa bunga itu, disaaat itulah dia berhak mengambil sawahnya lagi. Tampaknya pagi ini bakal ada topik seru lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lop, sorry neh ganggu ente yang sedang sibuk dengan calon istri ente. Tapi ini perkara asli penting bukan buatan Lop. Ada fatwa baru, facebook difatwa haram berdasar permufakatan para santriwati yang bertempat di Jawa Timur. Fatwa ini jelas bikin resah. FB kok mau dilarang. Padahal FB memudahkan silaturrahmi dengan keluarga jauh yang gak sempat ketemu. Bisa untuk tujuan bisnis. Bisa untuk konsolidasi dan mobilisasi massa malah. Bahkan itu presiden Barrack Obama kampanye lewat FB. Aku curiga Lop, fatwa ini bermuatan politis, untuk menjegal capres-cawapres yang mau meniru Obama, efisiensi kampanye via FB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah serius bener ente Sul. Jangan berlebihan gitu ah menyikapi fatwa. Mari kita bincangkan cara pandang terhadap sesuatu saja. Tampaknya berita ente ini bisa didekati lewat sana. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Sebenarnya bisa dijelaskan seperti ini Sul, itu para santriwati sedang latihan menganalisa sebuah kasus, membedahnya, menjelaskan unsur-unsur, tabiat penggunanya, peluang-peluang penyalahgunaan serta ketakutan-ketakutan mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh takut tentang apa Lop? Emangnya hantu kok ditakutin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Sul, bukan takut seperti ente takut bertemu Marwa anak penanggung jawab apartemen ini dong. Padahal mati-matian ente jatuh hati dan cerita tentang kelebihan-kelebihannya. Bukan seperti itu. Tapi ketakutan para santriwati itu seperti rasa takut seorang ibu sewaktu melihat anaknya mandi di sungai. Takut anaknya terbawa arus sungai, itu kan celaka dua belas pas namanya. Mereka takut nanti orang-orang kayak kamu ini menyalahgunakan fasilitas untuk hal-hal yang tidak baik. Bukannya untuk menjalin silaturrahmi dengan keluarga, handai tolan dan teman-teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gitu mereka meragukan mentalitas rakyat Indonesia dari Sabang sampe Merauke donk. Mereka tidak percaya bahwa rakyat Indonesia yang terkenal tata krama, sopan santun dan budi luhur ini untuk menggunakan fasilitas macam FB itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini deh, mungkin keliatan gak nyambung. Tapi coba ente inget hasil survey beberapa tahun lalu. Awal-awal berkembangnya internet di Indonesia Raya ini, sebuah lembaga melakukan survey tentang polah pemakaian internet. Hasilnya luar biasa Sul, ternyata yang paling banyak menyalahgunakan internet itu adalah pemakai pemula. Lebih khusus menggunakan internet untuk kepentingan syahwat. Benang merah antara hasil survey dengan permufakatan para santriwati itu ada Sul. FB digunakan untuk ajang barter kepuasaan hasrat, itu memang tidak bisa dipungkiri. Namanya juga alat komunikasi. Tak ubah seperti tempat nongkrong lah. Apa saja bisa dibincangkan. Apa saja bisa dilakukan. Dari yang paling kiri sampai yang paling kanan. Dari bek ke striker. Dari sayap kiri ke sayap kanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus kalo seperti itu, kenapa FB nya yang disalahkan? Bukankah tanpa melalui FB tindakan-tindakan asusila itu tidak baik? Yah semacam pisau lah Lop. Kalo ente pake itu pisau untuk potong nadi manusia, ya dosa. Tapi kalo ente pakai untuk potong buncis, pahala jadinya. Bisa makan-makan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah cerdas juga ente Sul. Kalo ente bilang FB itu kayak pisau, maka aku bilang FB juga seperti internet, HP, maen bola, rumah bahkan obat-obatan. Secara intrinsik - kalo gak salah begitu istilahnya – barang-barang itu tidaklah illegal atau haram. Tapi jika internet, HP dan maen bola itu melalaikan kita dari kewajiban utama, maka saat itu kita sudah salah. Yang salah bukan internet atau HP nya, tapi tindakan kita yang lalai itu. Terbawa suasana. Begitu pula obat-obatan. Untuk orang yang membutuhkan, membeli dan mengkonsumsi obat itu diperlukan, bahkan wajib hukumnya jika tanpa itu seseorang bisa kehilangan nyawa. Tapi bagaimana kalo perempuan jalang yang membeli obat sakit kepala untuk aborsi? Wah..wah itu salah jadinya. Sekali lagi, yang salah bukan obatnya, tapi tindakan si wanita yang menggunakan obat untuk aborsi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya apa neh Lop? Sampe ente muter-muter ke wanita jalang segala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya apa ya…pertama kembali ke mentalitas Sul. Mungkin mentalitas pemakai internet dan FB atau FS di negara kita ini masih buruk. Jadi perlu ada permukatan seperti itu. Bukan untuk melarang, tapi untuk mengingatkan. Jadi supaya orang-orang seperti kita berdua ini tidak melalaikan sesuatu yang lebih penting dari wall to wall. Bahkan untuk kondisi-kondisi tertentu, regulasi negara juga diperlukan. Untuk mencegah kejahatan, termasuk kejahatan di jejaring sosial kayak FB ini. Bisa aja kan, sarana jejaring sosial ini dipakai untuk melecehkan, menghina dan menjatuhkan nama baik seseorang. &lt;br /&gt;Kesimpulan lain, bahwa sesuatu yang baik, tapi bisa membawa seseorang ke hal tidak baik, maka bagi yang bersangkutan, sesuatu itu tidak boleh. Namun terbatas pada yang bersangkutan dan pada situasi tertentu. Misalnya, kalo ada seseorang yang menggunakan FB untuk transaksi benda terlarang, maka saat itu FB terlarang bagi dia. Atau penderita asam lambung, jika minum kopi bikin dia naas, maka minum kopi tidak boleh bagi dia. Atau seperti menjual anggur untuk dijadikan minuman keras. Itu tidak boleh juga Sul. Padahal anggur itu manis. Tapi karena situasi dan tujuan tertentu, maka menjualnya disana tidak boleh. Jangan tolong menolong dalam keburukan lah…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-4190206559630572409?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/4190206559630572409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/agar-tak-cilaka-dua-belas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/4190206559630572409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/4190206559630572409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/agar-tak-cilaka-dua-belas.html' title='Agar Tak Cilaka Dua Belas'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-8044955138757068258</id><published>2009-05-23T07:50:00.003+03:00</published><updated>2009-10-11T07:50:34.054+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><title type='text'>Sesuatu itu Bernama Maldini</title><content type='html'>Zen Rachmat Sugito - &lt;a href ="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2009/05/23/072459/1135860/425/sesuatu-itu-bernama-maldini"&gt;detiksport&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Hari itu, 20 Januari 1985, seorang remaja berusia 16 tahun memulai karirnya sebagai pemain bola di Stadio Friuli, kandang Udinese. Pada 24 Mei 2009, puluhan ribu orang yang datang ke San Siro akan mengerti bahwa mulai sekarang mereka akan kehilangan seseorang, juga merindukan sesuatu: Paolo Maldini, "La Bandiera della Milan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Paolo Maldini bukan hanya "seseorang", ia juga "sesuatu". Sebagai "seseorang", Maldini adalah seorang pemain besar, seorang legenda. Sebagai "sesuatu", Maldini adalah suatu etik, suatu etos juga suatu simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seseorang, Maldini adalah pemain dengan sederet prestasi yang sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya sebagai legenda. Ia sudah 7 kali juara Liga Italia, 5 kali juara Liga Champions, 1 satu juara Copa Italia, 5 kali juara Super Copa Italia, 2 kali Piala Toyota (Piala Interkontinental), 1 kali juara dunia antar klub. Sudah lebih dari seribu pertandingan dijalani sebagai pemain profesional, baik di level klub maupun tim nasional.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu hanya statistik dan -- seperti kata Tolstoy -- angka hanya mengungkapkan sebagian cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maldini, pemilik gelar Ufficiale Ordine al Merito della Repubblica Italiana, barangkali adalah peletak-dasar dari bek sayap yang bukan cuma tangguh bertahan, tapi juga piawai menyisir garis pertahanan lawan. Brazil sudah lama memperkenalkannya, tapi di Eropa, barangkali Maldini-lah yang memperkenalkan secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia diberkahi fisik yang kokoh, keseimbangan yang ideal, kecepatan yang memadai, juga kecerdasan membaca permainan di atas rata-rata. Faktor terakhir itulah yang membuatnya tak kesulitan memainkan peran sebagai center-back. Di awal karirnya, Maldini bahkan sempat mencicipi posisi sebagai bek kanan dan gelandang bertahan. Sergio Batastini, pemain yang ia gantikan dalam debutnya 24 tahun silam, adalah seorang gelandang bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat stamina dan fisiknya mulai mengendur seiring bertambahnya usia, maka skill, pengalaman, sederet gelar, dan nama besar itulah yang membuatnya tetap mampu mengawal pertahanan Milan. Kolomnis olahraga The Star, Cathal Kelly, menulis: "Saat seorang striker muda berlari menuju gawang Milan dan lantas melihat Maldini berdiri di hadapannya, maka ia akan nervous dengan sendirinya, dan mungkin akan memilih mengoper bola pada rekannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya pemain yang dalam dirinya sendiri melekat sebuah simbol sajalah hal itu bisa terjadi. Ya, Maldini adalah simbol dari dekade-dekade kegemilangan AC Milan, "La Bandiera della Milan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sembilan tahun tak pernah jadi juara Liga Italia (terakhir 1979), Milan akhirnya kembali jadi juara pada musim 1987-1988. Maldini ketika itu baru berusia 19 tahun. Ia masih junior ketika itu, mungkin perhatian publik juga belum mengarah padanya, tapi pada Marco van Basten, Gullit, Frank Rijkard, Fanco Baresi hingga Carlo Ancelotti. Tapi itu hanya soal waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nama-nama besar itu pergi, Maldini tetap di sini. George Weah, Dejan Savicevic, Zvonimir Boban, Roberto Baggio, Alessandro Nesta atau Ricardo Kaka lantas datang, Maldini tetap bermain di lini belakang. Ia satu-satunya pemain Milan yang mencicipi gelar Juara Liga Champions Eropa dalam tiga dekade yang berbeda (1989; 1990, 1994, 2003, 2007). "Maldini the fulcrum of Milan generation game," tulis Richard William dalam kolomnya di The Guardian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Maldini bukan hanya La Bandiera della Milan, ia adalah suatu etik, suatu etos: tentang bagaimana seorang atlet seharusnya memperlakukan tubuhnya, memelihara semangatnya, dan menjaga kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah sekali pun ia berniat pindah klub, bahkan kendati banyak klub dulu bersedia menggajinya dengan angka yang sungguh menggoda. Ia juga jarang sekali digosipkan, jarang tertangkap tangan mabuk-mabukan, bahkan kendati ia sebenarnya seorang DJ. Nyaris tak pernah ia berpaling pada perempuan selain istrinya, bahkan walaupun ia seorang model yang pernah membuat seorang Giorgio Armani frustasi. Ia fokus, selalu fokus, pada karirnya sebagai pemain bola, dengan berlatih dan berlatih. Seluruh hidupnya hanya untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya adalah kombinasi atletisime fisikal dengan stilistika seorang model. Tackling-nya seringkali terasa lembut, sentuhannya halus. Semuanya terasa makin dandy karena ia selalu tampil dengan wajah yang penuh senyum, rambut yang klimis. Ibarat parfum, ia adalah aroma khas Italia dalam kerasnya dunia sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Anda tak bisa menilainya sebagai Marcello Mastroianni yang di-remake oleh La Dolce Vita. Ia tetaplah Maldini, seorang lelaki yang hidupnya hanya untuk sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan karakter macam itulah Maldini bisa merengkuh semua capaian yang kelak semua pemain bola akan iri kepadanya. Dengan semua itu pula semua penggemar sepakbola akan merindukannya tiap kali membaca berita ada seorang superstar bola kedapatan mabuk-mabukan dan telat datang ke tempat latihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para pemain Milan atau AS Roma yang tampil di laga terakhir Maldini atau juga para penonton yang hadir di San Siro ditanyai komentarnya ihwal Maldini, mungkin akan banyak yang menjawab dengan kata-kata yang pernah dituliskan Shakespeare dalam naskah Much Ado about Nothing pada bagian 3 adegan 5: "A good old man, Sir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maldini adalah "seseorang" sekaligus "sesuatu".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah penggemar sepakbola, editor di Indonesia Boekoe Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-8044955138757068258?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/8044955138757068258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/sesuatu-itu-bernama-maldini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8044955138757068258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8044955138757068258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/sesuatu-itu-bernama-maldini.html' title='Sesuatu itu Bernama Maldini'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-3990426149634446034</id><published>2009-05-20T10:19:00.003+03:00</published><updated>2009-10-11T07:49:08.295+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><title type='text'>Nike: Sanah Gey Ya Adidas…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/ShOyn4wKE9I/AAAAAAAAAEI/hZ7tNaMo0HI/s1600-h/adidas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/ShOyn4wKE9I/AAAAAAAAAEI/hZ7tNaMo0HI/s320/adidas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337806381683184594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Euro 2008 yang mempertemukan Spanyol dan Jerman di final adalah miliknya Adidas. Saat itu dua wakil lainnya Rusia dan Turki harus puas menerima kekalahan di semi final. Turki di dua pertandingan sebelumnya selalu menang lewat gol di injury time, tapi di semi final mereka pula harus menerima kekalahan dari gol di injury time juga. Saat itu bek kiri kesebelasan Der Panzer Philipe Lahm mengoyak jala kipper Turki. Begitu pula dengan Russia, setelah dengan meyakinkan mematahkan total football nya Belanda, tapi dihadapan Spanyol, mereka tak bisa berbuat banyak. Dua kekalahan itu memupuskan harapan Nike untuk masuk final. Kemenangan Spanyol makin menegaskan dominasi Adidas. Sejak tahun 1996 ketika Jerman menjadi juara. Selang empat tahun kemudian Prancis berhasil mengawinkan gelar juara dunia dengan juara eropa. Begitupula tahun 2004, saat Yunani yang merupakan tim non-unggulan berhasil menyungkurkan Portugal di final adalah utusan Adidas. Lengkap sudah dominasi Adidas di ajang Euro. Memang di level kejuaran dunia, persaingan antar produsen alat olahraga cukup merata. Umbro sudah 3 kali mengantar Brasil jadi juara dunia pra tahun 2002. Adidas dengan Prancisnya. Nike di tahun 2002 dengan Brasilnya. Pun Puma yang tiba-tiba menyodok lewat kaki-kaki pemain Italia tahun 2006 lalu. &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Euro yang merupakan pertandingan antar negara, lain pula helatan Liga Champions yang mempertemukan klub-klub elit di ranah Eropa. Dalam kurun waktu  1994 hingga 2007 boleh dikatakan Adidaslah yang menang dengan skor 9-7. Mulai dari Real Madrid (3 kali), AC Milan (3 kali), Bayern Munich, Ajax Amsterdam dan Liverpool masing-masing sekali. Tapi tampaknya skor itu akan berubah menjadi 9-9. Pasalnya tahun 2008 lalu Nike dengan Manchester Unitednya berhasil mengubur impian Chelsea yang merupakan jagoan Adidas lewat drama adu pinati. Sedangkan final Liga Champions 2009 ini kembali akan menjadi milik Nike. Karena 2 wakil mereka yaitu Barcelona dan Manchester United akan saling baku hantam di Stadion Olympico, Roma 27 Mei 2009 ini. Inilah tahunnya Nike. Karena di semi final saja, Nike sudah menempatkan 3 wakilnya yaitu Barcelona, Manchester United dan Arsenal. Sedangkan Adidas hanya diwakili Chelsea. Siapapun yang akan menjadi juara 27 Mei mendatang, yang jelas Nike bisa tersenyum lebar seraya melirik ke barisan pesaing-pesaingnya. Mulai dari barisan terdepan Adidas, Puma, Umbro, Reebok, Diadora dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang antara dua produsen raksasa di dunia olahraga ini adalah perang klasik. Tak beda dengan perang antara Pepsi dan Coca Cola. Sebelum tahun 90 an baik Adidas dan Nike adalah raja di kawasan masing-masing. Dunia atletik hampir miliknya Nike. Sedangkan sepakbola adalah tanah jajahannya Adidas. Saat itu belum bisa dikatakan perang terbuka belum dimulai. Genderang perang terbuka – sejauh yang bisa dikatakan – dimulai ketika Nike ekspansi ke sepakbola dengan menggusur Umbro dari jersey tim nasional Brasil. Tradisi juara yang dilakukan Brasil bersama Umbro selesai dengan 3 kali juara dunia. Soalnya sejak gelaran Piala Dunia 1998, Brasil resmi menjadi tombak utama Nike dalam kancah sepakbola internasional. Gol getter tim Samba Ronaldo resmi di dapuk menjadi ikon promosi dengan desain sepatu bola khusus bertajuk 9Ronaldo. Serangan kian dahsyat saja ketika Brasil berhasil menjadi juara dunia 2002.&lt;br /&gt;Nike is coming… begitu kira-kira pesan Nike untuk Adidas. Setelah Brasil dan Belanda digaet, berturut-turut Prancis dan Jerman juga hendak direbut. Padahal terhitung sejak tawaran Nike ke Prancis tahun lalu, terhitung Tim Ayam Jago itu sudah 37 tahun mengikat kontrak dengan Adidas. Bahkan Jerman sudah 5 dekade. Beruntung, Adidas berhasil memagari ‘etalase-etalase’ mereka itu dari gelontoran kontrak besar dari Nike. Ketenangan Adidas mulai terusik oleh perusaan milik Amerika Serikat yang terkenal dengan kemajuannya dalam penelitian sebelum menciptakan produk ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di level klub persaingan kedua raksasa ini tak kalah seru. Hampir di tiap liga-liga besar di Eropa, kedua raksasa ini menapakkan kaki. Di Liga Inggris Nike diwakili oleh Manchester United dan Arsenal. Sedangkan jagoan Adidas adalah Liverpool dan Chelsea. Di Italy AC Milan yang merupakan panglima Adidas, harus bersaing ketat dengan duo Nike yaitu Inter Milan dan Juventus. Duel paling sengit terjadi di Spanyol. Dimana Barcelona menjadi petarung tangguh Nike untuk mematahkan dominasi Adidas lewat Real Madridnya. Tak ayal duel dua klub bergengsi bertajuk el classico atau el derbi espanol itu adalah ajang lain dari duel maut Nike-Adidas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati, persaingan ini mirip sebuah sekuel besar dan panjang. Pertarungan tak henti. Hingga mau tidak mau, masing-masing pihak harus terus melakukan terobosan dan inovasi-inovasi untuk mengukuhkan posisi dengan menciptakan alat-alat olahraga terbaru. Dengan daya yang dimiliki, nampaknya persaingan ini akan makin seru di masa-masa mendatang. Eksistensi merek-merek lain juga tak bisa dicoret dari daftar petarung. Mengingat kebangkitan Puma di Piala Dunia 2006 lalu dengan menempatkan Italy sebagai juara. Sodokan dari yang lain-lain semisal Umbro dan Diadora juga tak lantas dilupakan begitu saja. Kita lihat saja….&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-3990426149634446034?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/3990426149634446034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/nike-sanah-gey-ya-adidas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3990426149634446034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3990426149634446034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/nike-sanah-gey-ya-adidas.html' title='Nike: Sanah Gey Ya Adidas…'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/ShOyn4wKE9I/AAAAAAAAAEI/hZ7tNaMo0HI/s72-c/adidas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-3444367870890308308</id><published>2009-05-14T07:29:00.003+03:00</published><updated>2009-10-11T08:02:02.077+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>4 Pesan 3 Kesehatan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Anakku…jaga sikap dan nama baik, agar tak ada ibu yang malu dan menyesal punya anak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- My Mom -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu ramadhan kedua aku lalui tidak bersama keluarga. Lebaran pertama sungguh terasa ‘spesial’. Baik tempat, teman serta suasana perayaan. Tempatnya adalah sebuah kamar kecil memanjang kira-kira 1,5 X 4 meter. Ruangan yang menyempil dibangunan induk untuk menyimpan peralatan musholla sekaligus tempat tidur penjaganya. Sehabis holat idul fitri di mesjid El Nusa dibilangan Cilandak pulanglah aku dan dan salah seorang kawan ke musholla itu. Disana sudah menunggu 4 orang rekan yang lain. Mereka sholat di mesjid lain. Kamipun bersalaman, berpelukan dan saling meminta maaf. Tentu selama kami bersama, ada hal-hal yang sengaja atau tidak telah membuat hati orang lain tersinggung. Setelah selesai maaf-maafan, kami duduk bersandar. Berbincang tentang banyak hal. Sampai salah seorang dari kami berbicara dengan halus: hari ini lebaran kita tanpa sarapan. Sontak kami saling memandang. Dan betul, di hadapan kami tak ada satu jenis makananpun untuk disantap. Tak ada opor ayam, tak ada ketupat, tak ada puding untuk makanan penutup. Sama sekali tidak ada. Mau mengeluh? Ah tentu tak enak rasanya. Di samping karena hari itu adalah hari bahagia dan kemenangan, juga kami ber enam adalah lelaki muda. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Kami ber enam adalah mantan anak kost. Jadi tak ada dalam kamus anak kost mengeluh tentang bahan makanan yang minim atau tidak ada sama sekali. Akhirnya kami tertawa. Tertawa pahit. Ketika salah seorang teringat bahwa dia punya 2 bungkus mie instant di tas. Dua bungkus Indomie itu langsung dibuka. Setelah isinya diremukkan, baru bumbunya di taburin. Cabe dan minyak sayurnya tidak. Dikocok-kocok, barulah siap disajikan. Sarapan hari raya dengan menu special indomie mentah. Enak nian rasanya. Mengalahkan rasa kripik kentang aroma ayam. Itulah awal kebiasaanku makan indomie mentah dengan campuran bumbunya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran kedua agak terhormat dari lebaran pertama. Sholat idul fitri di lapangan sepakbola. Sarapannya pun tak kalah enak. Ayam goreng, telur asin, oseng buncis campur rempela, krupuk udang, sambel, 2 helai daun sawi muda, 2 iris mentimun, air mineral plus sebiji buah jeruk. Semuanya terkumpul –kecuali air- dalam satu kotak warna putih lengkap dengan tisu dan penusuk gigi. Hebat sekali panitia sholat idul fitri kali ini. Ibadah nyaman, makanpun nikmat. Pulang ke rumah di jalan tertawa, di rumah gembira.&lt;br /&gt;Keadaan sedikit berubah ketika kulihat ada pesan pendek di ponsel. Ucapan selamat idul fitri dari segenap keluarga. Keluargaku benar-benar menerapkan prinsip hemat. Satu SMS mewakili satu keluarga. Di satu SMS itu berjejal wajah orang tua, abang, kakak, adek, sejumlah ipar dan keponakan. Aku balas mengucapkan selamat, maaf dan sembah sujudku pada orang tua. Setelah itu tak ada kegiatan lagi. Tak ada silaturrahmi ke rumah kakekku. Tak ada ziarah kubur ke pemakaman keluarga-keluarga kami sudah lebih dulu habis masa tinggalnya di dunia. Aku hidupkan koneksi internet, tak ada temen chating. Berita-berita hanya melaporkan kegiatan idul fitri di sejumlah tempat di Indonesia dan beberapa tempat di luar negeri.  Melaporkan ucapan-ucapan para pejabat, cerdik pandai, artis, juga para politikus di tempat perayaan mereka masing-masing. Berita-berita itu membuatku tak nyaman. Membuatku merasa sendiri. Menggelebungkan kerinduan kepada suasana lebaran bersama keluarga. Rasanya seperti kalah telak dari serangan tak henti dari sepakbola formasi 4-3-3. Tak ingin kalah semakin telak, aku matiin komputer lantas baca sambil tiduran sampai aku tidur beneran. Selesai sudah pembantaian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru malam harinya aku menelpon. Tapi jaringan masih sangatlah buruk. Suara jelas, tapi putus-putus. Tidak putus-putus, suara kurang jelas. Aku tanya kabar, dijawab wa’alaikum salam. Kubilang aku sehat dan baik-baik, dibalas apa menu lebaran. Tidak nikmat sekali. Namun aku tetap bertahan. Aku matikan, lalu ku call lagi. Matikan lagi, call lagi. Sampai beberapa kali, barulah suaranya jelas dan tidak putus-putus. Orang sabar memang bikin jaringan kehilangan kesabaran untuk ngambek. Aku bicara dengan saudara satu persatu. Setelah kurasa cukup, barulah kuminta ibu untuk naik ring. Saatnya laga pamungkas. Pembicaraan yang aku tunggu-tunggu. Ceritaku sepanjang bulan puasa ingin kusampaikan pada ibu. Aku berharap itu akan berlangsung lama dan alot. Aku buka dengan salam, tanya kabar, ucapan selamat dan mohon maaf. Jawaban dari seberang nyaris tanpa cacat. Padat, pas dan sesuai pertanyaan. Tak ada jawaban yang keluar dari keinginan soal. Inilah karakter ibuku kalau aku bertanya. Obrolan terus berlanjut, dengan aku yang mengambil kendali. Kusampaikan cerita, keadaan, joke-joke, dan do’aku. Kutanyakan apakah darah rendah beliau sering mengganggu atau tidak. Apa masih malu pakai kacamata minus yang dibelikan abangku. Masihkah suka minum kopi kental di pagi hari. Sarung tenunnya yang khusus dipakai sholat sudah diganti atau masih yang lama. Berapa kali seminggu ke rumah nenekku. Sampai berapa ekor ayam betina nenekkupun aku tanyakan. Tujuan dari semua itu sederhana. Aku ingin ibu banyak bicara kepadaku. Tapi rupanya ekspektasiku pada beliau tak seperti yang terjadi. Beliau masih seperti dulu. Menjawab sesuai dengan isi lettelijk dari soal. Jikapun aku tunda pertanyaan selanjutnya, beliau tak bertanya, malah memberi nasehat. Sekitar 45 menit kami ngobrol, entah sudah berapa kali beliau memberi nasehat. Nasehat yang itu-itu juga. Tak jauh beda dari sebelumnya. Bahkan tak sedikit yang aku hafal redaksinya. Jika ibu sudah memberiku nasehat, kapan, dimana serta berapa kalipun beliau menasehati, isinya cuma 4. Pertama jaga kesehatan. Aku jawab iya. Beliau sambung dengan : jangan takut membelanjakan uang untuk makanan demi kesehatamu.&lt;br /&gt;Kedua, pacu-pacu angkun jauq diriq. Pandai-pandailah membawa diri. Ketiga, jaga pergaulan. Ke empat, ingat belajar. Pesan kedua, ketiga dan keempat, sungguh jarang disampaikan. Jika aku menelpon tak lebih dari 20 menit, ketiga pesan tersebut tidak aku dengar. Yang paling sering disampaikan adalah pesan pertama. Dalam sekali kesempatan, bahkan itu diulang berkali-kali. Ditambah dengan betapa pentingnya kesehatan. Nikmatnya sehat. Hingga kalau aku sakit, siapa yang akan menyiapkan makanan, memandikan, mencucikan pakean de el el.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku hitung-hitung, dalam 4 kali kesempatan, maka 3 kesempatan untuk pesan kesehatan, dan sisanya untuk pesan-pesan lain. Namun itulah kenapa, cintaku pada beliau begitu menggetarkan. Tanpa basa basi. Tanpa polesan-polesan luar sebagai pemanis. Bahkan jika aku mau minta maaf, belia menolak seraya mengatakan: seorang ibu akan memaafkan anaknya, tanpa harus diminta. Cool. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-3444367870890308308?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/3444367870890308308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/4-pesan-3-kesehatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3444367870890308308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3444367870890308308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/4-pesan-3-kesehatan.html' title='4 Pesan 3 Kesehatan'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-6557417686411250388</id><published>2009-05-12T11:47:00.004+03:00</published><updated>2009-10-11T07:57:44.259+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggumam'/><title type='text'>Aku Dan Tursina Malam Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/Sgk5IV9RjDI/AAAAAAAAADw/tEjazZ_Vso8/s1600-h/black_hole_milkyway.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/Sgk5IV9RjDI/AAAAAAAAADw/tEjazZ_Vso8/s200/black_hole_milkyway.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334858049092946994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menurut takdir aku harus mati hari ini, tapi ternyata aku masih bernafas dan hidup maka itu bukanlah karena Tuhan salah tulis di lembar-lembar nasibku. Bukan pula karena Tuhan berubah pikiran. Berubah pikiran? Apakah Tuhan berpikir? Tuhan tak pernah berpikir. Berpikir itu pekerjaan manusia. Jika Tuhan berpikir maka Dia saat itu sudah menyerupai manusia. Dan setiap apa yang menyerupai manusia, maka itu bukan Tuhan. Tapi lantas kata apa yang tepat untuk menggambarkan Tuhan yang membatalkan takdir seseorang yang telah Dia tulis sebelumnya? Kata-kataku saja tak cukup mampu untuk menggambarkan pekerjaan Tuhan. Pekerjaan pula? Tuhan seorang pekerja-kah sehingga Ia bekerja dan punya pekerjaan? Aku mengalah pada keterbatasan kemampuan untuk menjelaskan apa yang Tuhan telah, sedang dan akan lakukan. Aku menyerah pada sebuah ruang kepasrahan bahwa setiap apapun yang aku bayangkan, maka Tuhan selalu berbeda dari apa yang aku bayangkan tersebut. Tiap apa yang terlintas di benak, maka itu bukanlah gambaran Tuhan sebenarnya. Kenapa bisa seperti itu? Aku tolol? Ataukah Tuhan selalu enggan untuk memberikan sedikit saja gambaran padaku tentang apa dan bagaimana Ia sebenarnya. Namun mendadak aku teringat kisah Musa. Ketika dalam gelap malam ia berjalan, tampak di gunung cahaya merah ia terjemahkan sebagai cahaya api. Mungkin bagi orang-orang pada masa itu, hanya api yang bisa mengeluarkan cahaya di malam hari. Bergegas Musa mendekat. Terus mendekat, sampai ia sendiri tercekat. Seperti bergegas, pesan itu sudah berlalu. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Yang ia dengar dan rasa bahwa ia saat itu diangkat menjadi seorang Nabi. Musa terkesiap. Terpana. Ia bayi seorang diri dihanyutkan ibunya di sungai. Ia yang tak merasakan kasih ibu kandungnya di masa kecil. Ia yang tumbuh di istana seorang raja yang kelak menjadi musuh besarnya. Ia seorang pemuda dari kaum terpinggirkan dan ditindas penguasa. Ia seorang pemuda yang tak sengaja membunuh seseorang demi membela kehormatan salah seorang dari kaumnya. Ia yang terusir dari istana tempatnya tumbuh sebagai buron. Ia yang kekar, membantu dua orang perempuan muda menimba air dari sumur yang dipenuhi lelaki. Ia lelaki muda yang sopan, tak mau menikmati godaan angin yang meniup-niup gaun dua perempuan itu ketika ia berjalan di belakang mereka. Ia yang tak fasih mengatur kata menjadi kalimat-kalimat sakti dan memukau pendengar. Ia…ia…ia…&lt;br /&gt;Ia sekarang di pekat malam, di ketinggian gunung Tursina diangkat menjadi Nabi utusan Tuhan. Namun Musa tak kehilangan pikiran dalam terpana. Ia berfikir, jika mulai malam itu adalah utusan Tuhan, maka saat itu adalah kesempatan yang tepat untuk mengetahui Tuhan. Ia lantas berkata: Tuhanku, tolong tampakkan dirimu agar aku bisa melihatMu? &lt;br /&gt;Tapi Tuhan enggan menampakkan diri. Bahkan kepada utusan yang baru Dia angkat. Tuhan tak mau menampakkan wujudnya kepada Musa. Musa tak meminta lagi. Cukup sekali saja penolakan Tuhan. Cukup sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lambat laun aku bersyukur Tuhan tak menampakkan diri di Tursina malam itu. Aku bayangkan seandainya Tuhan memasang tampang saat itu dan Musa menatapNya, mungkin manusia kehilangan penghargaan. Sebab tatapan menghasilkan tetapan. Dan tetapan itu menjadi semacam bahan mentah untuk menafsirkan dan beranjak ke sesuatu yang lain. Pun, manusia bisa dengan cepat kehilangan getar dan gairah atas apa yang tampak dan muncul. Manusia tak pernah mau finis untuk membahas, mencari, menelisik dan memberi gambaran. Jika Tuhan menampakkan wujudNya di Tursina saat itu, mungkin gambar asli Tuhan sudah musnah di zaman post-modern ini ; berganti, dieksplorasi dan dirancang-bangun. Sebab tabiat manusia memanglah seperti itu adanya, berkait-kelindan dengan naluri pencarian yang liar kadang meledak-ledak yang justru diberikan oleh Tuhan sendiri. Tuhan memang memberikan manusia tanda dan ayat-ayat untuk menjelaskan dan membatasi pikiran manusia tentangNya. Agar manusia merasa dekat dengan apa yang tak tampak. Tak hanya menghargai apa yang bisa dilihat mata. Sampai pada akhirnya manusiapun tak pernah menemukan apa-apa sama sekali tentang rupa Tuhan. Tuhan sendiri berteguh pendirian untuk tak mau dilihat manusia. Tuhan hanya memberi janji, bahwa buat manusia yang selalu taat padaNya hingga akhir hayat, maka yang bersangkutan kelak di akhirat akan diberikan kesempatan untuk melihatNya sebagai bentuk nikmat agung. Dengan mata telanjang namun dengan cara yang tak pernah kita tahu. Tak pernah bisa dijabarkan dengan penjelasan-penjelasan dunia. Hanya diberikan kesempatan untuk melihat, sesudah itu titik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-6557417686411250388?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/6557417686411250388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/aku-dan-tursina-malam-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/6557417686411250388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/6557417686411250388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/aku-dan-tursina-malam-itu.html' title='Aku Dan Tursina Malam Itu'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/Sgk5IV9RjDI/AAAAAAAAADw/tEjazZ_Vso8/s72-c/black_hole_milkyway.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-7249700244453544492</id><published>2009-05-09T01:11:00.002+03:00</published><updated>2009-10-14T05:03:34.447+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggumam'/><title type='text'>Feminis Manis</title><content type='html'>Saya lebih suka dengan istilah humanis. Menghargai seseorang berdasarkan kapasitasnya sebagai manusia. Bukan sebagai jenisnya : lelaki atau perempuan. Manusia adalah pokok, sedangkan jenis kelamin manusia itu hanya cabang. Cabang-cabang pohon menempel pada pokok, hingga sifat-sifat pokok bisa ditemukan di cabang. Jika cabang tak satu, maka cabang-cabang tak bisa mewakili pohon secara utuh. Mewakili sebagian, tentu saja bisa. Cabang yang satu berbeda dari cabang yang lain. Jika tak beda, klasifikasikan saja dibawah satu kategori. Masing-masing cabang mengambil kekuatan dari pohon yang sama, tapi tumbuh berdasarkan karakter dan posisinya masing-masing. Lantas jika dari awal memang didesain untuk memiliki ruang karakter dan posisi berbeda, kenapa harus disamakan? Jika A berada pada himpunan B, sedangkan C pada himpunan D, bijaksanakah menuntut C harus sama dengan A?  Lain halnya jika A=C dan keduanya berada pada satu himpunan B, namun keduanya tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Inilah namanya ketidak adilan. Menginjak seseorang untuk meninggikan orang lain. Tentu hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Ingat, nilai kemanusiaan, bukan nilai ke-lelaki-an atau ke-wanita-an.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Yang pertama humanis. Yang kedua mungkin pria-sentris atau feminis. Dari penamaan ini saja sudah agak terlihat sumber permasalahannya. Right, mengangungkan salah satu jenis dengan menyudutkan jenis yang lain. Ini kelompok pertama. Yang kedua adalah  mengangungkan jenis sendiri tanpa melecehkan jenis yang lain. Saya kira tidaklah masalah. Tapi lebih bagus lagi kelompok ketiga, yaitu mengangungkan jenis sendiri dan jenis lain. Artinya mengangungkan pokok dari kedua cabang itu. Yang paling buruk adalah yang ke empat, merendahkan kedua jenis itu. Inilah tipikal musuh kemanusiaan. Golongan yang tak menghargai manusia dan nilai kemanusiaan sama sekali. Kelompok ini layak menjadi common enemy, musuh bersama. Atau kita memasukkan kelompok kelima, tak mengangungkan juga tak merendahkan. Kelompok cuek. Tapi adakah manusia yang tak berfikir tentang manusia? Minimal berfikir tentang dirinya sendiri? Jika jawabannya adalah tidak ada, maka kelompok kelima ini terdelete. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menuntut persamaan untuk kebutuhan dan kepentingan yang sama, saya dukung. Tapi persamaan untuk yang tak sesuai dengan tipologi takdir penciptaan alias kodrat, di peran antagonis saya menempatkan diri. Dengan terus menggaungkan tuntutan persamaan bisa diartikan sebagai pengakuan atas ketidaksamaan dan ketidaksetaraan. Tidak mengetahui kesetaraan adalah ketidaksetaraan itu sendiri. Saya mengakui kemandirian perempuan, bukan karena dia perempuan, namun karena dia manusia. Manusia yang punya akal budi. Manusia yang diciptakan dengan bekal hak dan kewajiban. Manusia yang bertanggung jawab atas semua prilakunya. Jika perempuan disamping saya kesusahan untuk memasukkan sedotan minuman ke gelas plastiknya, maka saya akan menawarkan bantuan. Tapi jika dia menolak, maka saya juga akan menghargai pilihannya untuk berdikari. Tepatnya masiri : memasukkan sedotan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka sikap fair. Yang lebih dulu datang silakan didahulukan. Yang lebih keras kinerjanya, dilipatkan apresiasinya. Bukan fair jika menonjolkan karakter pribadi untuk untuk mengambil atau mendahului pihak lain. Maka saya suka kesal sendiri jika dalam antrian pihak perempuan kerap didahulukan dengan dalih perempuan tercipta untuk disayangi dan dihormati karena ke-lemahlembutan-nya. Untung saja manusia dibekali dengan rasa simpati, rela berkorban, cinta kasih, serta hasrat untuk memberi sehingga bisa saja kita mengutamakan orang lain dari pada diri kita sendiri. Bukankah kehidupan itu menggetarkan karena hal-hal tersebut? Bayangkan jika manusia hanya tau hak dan kewajiban, aturan-aturan tegas dan lugas, persinggungan kepentingan serta ke-ego-an, yang cenderung memandang sesuatu secara hitam-putih, saya tidak bisa bayangkan betapa garingnya dunia. Panas cahaya matahari tentu akan terasa makin panas.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-7249700244453544492?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/7249700244453544492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/feminis-manis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/7249700244453544492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/7249700244453544492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/05/feminis-manis.html' title='Feminis Manis'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-7082288550640506519</id><published>2009-04-27T15:17:00.002+03:00</published><updated>2009-10-11T07:54:53.058+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Kunyah Daku, Kau Kubahagiakan</title><content type='html'>Saya bukanlah penggemar Manchester United.  Tapi seorang Gibol – khususnya Liga Inggris – pasti mengenal, setidaknya tau siapa pelatih MU paling sukses dan terlama yang telah menukangi saudara sekota Manchester City itu. Iya..dia adalah Alexander Chapman Ferguson atau biasa dikenal dengan Alex Ferguson saja. Begawan Skotlandia yang telah mendapat gelar ‘Sir’ di tanah Elizabeth. Di tangannya Red Devil menjelma menjadi kekuatan sepakbola menakutkan di tanah Inggris. Bahkan di dunia. Mengadopsi filsafat sepakbola menyerang, sistem latihan yang bertumpu pada kecepatan, determinasi dan fisik serta pembibitan pemain muda yang dikombinasikan pengalaman pemain tua membuat lelaki kelahiran Glasgow ini menjadi salah satu pelatih top dunia. Boleh dikatakan bahwa sejak awal 90-an trofi Liga Inggris paling banyak singgah di Old Trafford. Yang menonton pertandingan MU pasti tak luput memperhatikan kebiasaan pelatih yang satu ini. Apa itu? Tentu saja mulutnya yang selalu mengunyah permen karet. Dia seorang maniak permen karet. Sebuah ide iklan yang jitu barangkali kalau dia dijadikan bintang iklan permen karet. Hehehehe…&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permen karet tak hanya populer sekarang. Bahkan denger-denger masyarakat Yunani Kuno sudah biasa membuat permen karet dari racikan dedaunan. Lantas apa sih yang menyebabkan permen karet digemari? Barengan saja kita simak keuntungan apa saja yang diberikan oleh permen ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama, mempercepat pemulihan saluran cerna pasca operasi&lt;/span&gt;. Sudah maklum, normalnya fungsi saluran pencernaan pasca operasi ditandai dengan buang gas atau kentut. Diyakini bahwa mengunyah permen karet merupakan tindakan yang mampu merangsang sistem pencernaan, memicu munculnya hormon Gastrointestinal. Sedangkan hormon tersebut berperan penting dalam sistem transportasi air dan makanan, proses pencernaan serta pembuangan ampas makanan. Artinya uji klinis yang melibatkan 158 pasien yang dilakukan Rumah Sakit St Mary, London, dengan mengelompokkan pasien berdasarkan frekuensi mengunyah permen karet itu mengandung kesimpulan sederhana: mereka yang mengunyah permen karet lebih cepat keluar dari rumah sakit pasca operasi alat pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua, meningkatkan kerja otak dan daya ingat&lt;/span&gt;. Mengapa? Karena permen karet dapat meningkatkan konsentrasi belajar. Dan ketika konsentrasi, manusia bisa menyerap lebih banyak hal. Bagaimana? Pekerjaan mengunyah menyebabkan peningkatan detak jantung sehingga peredarah darah ke otak menjadi lancar. Nah ini berakibat semakin banyaknya oksigen dan nutrisi yang dipompa ke otak. Akhirnya otak menjadi lebih dimanjakan dan maksimal dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga, baik untuk kesehatan mulut dan gigi&lt;/span&gt;. Mengunyah permen karet artinya membantu mengangkat kotoran-kotoran yang tersisa di gigi. Kecuali itu, permen karet juga mempercepat produksi air liur atau saliva yang ampuh untuk mematikan bakteri, menetralkan asam plus melindungi gigi dari bahaya kekeroposan. Selain itu, nafas juga jadi segar kan? Terutama kalau mengunyah permen karet rasa mint di siang hari ketika mulut kering. Jadi kita bisa lebih pede berdesak-desak di bis kota yang padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat, membantu pelangsingan tubuh&lt;/span&gt;. Nah ini dia. Kalau zaman dulu gemuk itu menandakan bahwa ekonomi keluarga yang bersangkutan makmur. Makmur pertanda kenaikan kelas sosial di masyarakat. Tapi lain sapu, lain parang. Lain dulu, lain sekarang. Hobi makan dan gemuk tiba-tiba menjadi sesuatu yang ditakuti. Seiring pergeseran nilai tentang keindahan tubuh. Saya ingat beberapa tahun lalu, presenter MTV yang sekaligus penyanyi pernah berucap sexy itu identik dengan kurus. Beberapa waktu lalu kontes perempuan di Australia di cap sebagai kontes yang mengagungkan tulang berbungkus kulit. Sejauh ini juga, tak ada perempuan gemuk yang bisa lolos kualifikasi Miss Universe dan kontes-kontes yang lainnya. Beban semakin berat ketika di gerai-gerai pakaean rata-rata menyediakan pakean sempit untuk mereka yang bertubuh ramping. Tapi bagi ‘kaum makmur’ ini tak perlu kuatir yang berlebihan. Dunia belum berakhir kok. Sering-sering saja mengunyah permen karet free sugar. Mengapa? Karena eh karena bisa meningkatkan metabolisme tubuh, membakar kalori serta membuat anda mengurangi konsumsi kalori di jadwal makan berikutnya. Apalagi bagi mereka yang hobi ngemil. Dengan mengunyah permen karet, tak perlu merasa ada dosa karena tak ngemil saban hari. Akan tetapi, tentu saja bukan hanya dengan terapi permen karet. Pengaturan pola makan dan olahraga jangan dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima, memberikan rasa rileks dengan mengurangi ketegangan.&lt;/span&gt; Sudah hal biasa jika tentara yang sedang tugas membawa permen karet. Tak usah beli sendiri. Konon dinas angkatan bersenjata di Amerika juga menyediakan permen karet di ransel tentara. Selain makanan praktis lainnya. Para atlet yang sedang bertanding juga tak jarang mengunyah permen karet. Nah jangan-jangan Ferguson, pelatih MU itu juga selalu mengunyah permen karet untuk mengurangi ketegangan di tengah tingginya tensi pertandingan. Yang cuma duduk di bench kan bisa saja lebih berdebar-debar dibandingankan mereka yang bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keenam, bisa dijadikan solusi yang aman untuk jadwal makan yang tertunda.&lt;/span&gt; Khususnya bagi penderita maag. Karena permen karet dapat mencegah asam lambung yang masuk ke usus. Artinya kalau asam lambung bisa dicegah, rasa nyeri yang kerap diderita oleh penderita maag bisa dikurangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketujuh, mengencangkan kulit wajah.&lt;/span&gt; Ini adalah salah satu hasil dari pergerakan rahang ketika mengunyah. Pergerakan rahang ini kemudian berkait-kelindan dengan pergerakan otot wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan banyak juga keuntungan mengunyah permen karet. Harganya juga relative terjangkau. Jadi tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan sebungkus permen karet. Asal jangan keseringan saja. Loh kenapa? Ya iyalah…sampahnya itu lo. Sisa permen karet bisa menempel di sandal, pakean, rambut dan tempat-tempat lain. Gak lucu kan kalo kita bersandar di tembok terus itu permen buangan menempal di celana atau rok. Pasti sebel. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-7082288550640506519?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/7082288550640506519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/kunyah-daku-kau-kubahagiakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/7082288550640506519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/7082288550640506519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/kunyah-daku-kau-kubahagiakan.html' title='Kunyah Daku, Kau Kubahagiakan'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-3815299566876760004</id><published>2009-04-13T07:12:00.003+02:00</published><updated>2009-10-11T07:58:05.607+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggumam'/><title type='text'>Nafsu Oh Nafsu</title><content type='html'>Gulungan kain panjang warna merah ia jambaki, ditarik-tarik, lalu ia lekatkan ke dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Beginilah rupa nafsu itu. Menyala, menjilat-jilat dan membakar semuanya. Tak ada yang bisa lolos. Hanya aku…". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giginya gemeretuk menahan sedih. Lalu paradoks terjadi. Ketika ia memamerkan barisan giginya dalam tawa. Sedih karena orang terdekatnya merengang nyawa, tapi puas karena rencana makarnya berhasil. Gulungan kain merah tadi diangkatnya. Ia masih duduk dengan punggung yang lurus. Mukanya menengadah dan sebilah meluncur kencang dari arah belakang. Darahpun menetes dari ujung besi yang menusuk dari punggung tembus ke dada itu. Dengan sisa tenaga yang ada, ia balikkan badan. Bibirnya pucat dan bergetar-getar namun satu kata saja tak keluar. Tangan kanannya menunjuk-nunjuk, menggapai ingin memegang sesuatu. Entah siapa yang ia tunjuk.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Entah apa yang hendak ia ucapkan. Tak jelas benar sedih atau justru puaskah ia saat ajal itu datang. Saya tak tahu, tersenyumkah ajal padanya saat  itu. Satu yang jelas bagi saya bahwa kemenanganpun mengandung kekalahannya sendiri. Kemenangan perempuan yang permaisuri itu adalah bahwa rencana makarnya untuk menggulingkan raja berhasil. Tapi ia juga kalah. Karena yang terbunuh itu adalah raja yang menjadi suami dan ayah bagi anaknya. Sang putra makhkotapun enggan menggantikan raja ketika tahu bahwa si pembunuh adalah ibunya sendiri. Kekalahan keduanya, tentu saja kematiannya sendiri. Pembunuhan raja yang diharapakan berjalan mulus dengan terus menerus menabur racun di minuman raja dianggap gagal. Untuk menebus kegagalan itu, si permaisuri harus mati terbunuh sebagai tumbal sang dalang makar. Si permaisuri seperti tak sadar. Bahwa ia hanyalah chickie buffer untuk mencegah konfrontasi berdarah antara sang raja dan dalang kudeta. Artinya, selama ia bisa bermain cantik, maka ia selamat. Namun jika terjadi kesalahan, maka harus siap jadi tumbal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh nafsu..nafsu. Susah sungguh dikontrol. Nafsu ingin berkuasa, sungguh mahal ongkosnya, lirih Iwan Fals.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-3815299566876760004?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/3815299566876760004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/nafsu-oh-nafsu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3815299566876760004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/3815299566876760004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/nafsu-oh-nafsu.html' title='Nafsu Oh Nafsu'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-7986847871060373121</id><published>2009-04-03T08:31:00.006+02:00</published><updated>2009-10-14T05:03:53.984+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><title type='text'>Aku Dan Poligami</title><content type='html'>==&gt; Poligami boleh asal bisa adil. &lt;br /&gt;==&gt; Poligami boleh asal suami punya kecukupan materi untuk biaya pernikahan dan nafkah.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami boleh walaupun istri pertama sehat fisik dan psikologis.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami boleh walau usia pernikahan baru 3 minggu.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami boleh walau calon istri ke dua masih semester 3.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami boleh walaupun calon istri kedua jauh lebih cantik dari pada istri pertama.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami boleh maksimal empat istri. Jika mau kawin lagi, salah seorang istri diceraikan. Setelah masa iddah istri yang diceraikan tersebut habis, barulah suami boleh menikah lagi.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu beresiko.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu bisa menguras pikiran dan tenaga.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu bisa menjadi alasan para istri untuk saling cemburu.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu rawan bagi anak-anak.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu solusi bukan malah menjadi masalah baru.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu bukan semata urusan kepuasan, tapi juga urusan hati.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu jangan sampai menyakiti istri pertama dan anak-anaknya. Karena keharomonisan rumah tangga lebih diutamakan dari tambah istri.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu bukan habis manis, lalu ambil manisan yang lain.&lt;br /&gt;==&gt; Poligami itu hanya untuk orang yang sudah menikah. Bukan untuk para jomblo seperti aku.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-7986847871060373121?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/7986847871060373121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/aku-dan-poligami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/7986847871060373121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/7986847871060373121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/aku-dan-poligami.html' title='Aku Dan Poligami'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-934171504861611930</id><published>2009-04-01T09:02:00.002+02:00</published><updated>2009-10-11T07:59:16.054+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggumam'/><title type='text'>Surat</title><content type='html'>Kepada anakku &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pandu Putra Segara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai surat ini, ayah minta maaf kepadamu nak. Tak pantas rasanya ayah merusak suasana duka cita ulang tahunmu dengan coretan tinta ini. Sama sekali tak pantas. Namun di sisi lain, ayah tak kuasa mencegah perasaan untuk memberitahumu. Ayah tak mampu menahan jari untuk menulis. Ayah ingin dikau sedari awal sudah terdidik untuk menjadi kuat. Tabah dengan segala kerdurjanaan hidup yang sembunyi dan diam-diam akan menarik kakimu ketika dikau berjalan. Ayah ingin dikau seperti namamu. Kuberi dikau nama Putra Segara, agar dikau seperti laut. Kokoh walau ombak ganas dan samudera siang malam menerpamu. Seperti laut yang tak pilih kasih. Menerima kenyataan hidup dalam biru. Tapi dikau tetap tak tercemar, tak terbawa. Karena dikau adalah laut. Sebab dikau adalah Putra Segara. Tak salah bukan ayah mematri do’a dan harapan besar di namamu itu? Semoga ayah tak keliru. Bagi ayah, jika bukan dalam do’a, lantas dimana lagi ayah bisa berharap sesuatu yang besar dan menjulang? &lt;span class="selengkapnya"&gt;Tak usahlah dikau dengar celoteh yang memintamu sederhana dalam do’a dan harap. Namun bermimpilah…bermimpilah…dan kemas mimpi itu di kepalamu. Biarlah kepala dan hatimu yang akan memutuskan mimpi mana yang mungkin dan bisa dikau raih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak..tak hendak ayah berpanjang lisan. Ah..tentu dikau tau, ayah tak biasa berbasa basi. Kepadamu ayah tak akan malu untuk terus terang. Kalau nanti pandanganmu sudah bisa menghasilkan tetapan dan nilai, ayah tak bisa memaksamu untuk  sekali-sekali  tidak dengki dan buruk niat tatkala dikau lihat rumput di halaman rumah lain jauh lebih hijau dan segar dibandingkan rumput di halaman kita. Iri itu wajar. Niat buruk manusiawi. Asal sebisa mungkin dikau dikau upayakan mampu merubah rasa iri itu menjadi pelecut semangat untuk menyiram dan merawat rumput kita agar hijau dan segar seperti rumput di halaman lain itu. Jangan pula niat buruk itu dikau lakukan dengan mencopot punya sendiri kemudian mencomot punya orang lain untuk dikau jadikan ganti. Jangan sekali-sekali. Sekali dikau mengambil punya orang lain, maka itu akan mengalir menjadi darahmu yang sepanjang hidup dikau sesali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikau tau kenapa nak…tahukah kenapa ayah menulis seperti itu? Sebab ayah menulis surat ini ketika data itu selesai ayah baca. Bukan data tentang harta benda berlimpah. Bukan data soal burung-burung berkicau di hijau pepohonan. Bukan sama sekali. Namun data hutang. Iya…ayah baru saja selesai membaca catatan-catatan hutang yang membelit bahkan ketika ayahmu ini belum lahir. Kagetkah dikau, bahwa sejak 1970 sampai hari ini, sudah 4.524 perjanjian hutang yang ditanda tangani oleh puak keluarga kita ini. Dan tiap hutang ada bunga dan commitment fee. Semoga dua istilah ini sudah terhapus dari muka bumi ketika dikau tumbuh dewasa kelak. Tiap tahun keluarga kita mencicil bunga hutang yang dananya entah dimakan oleh siapa. Mungkin oleh anggota keluarga kita yang lain. Anggota keluarga kita yang suka bergaya dalam kemiskinan. Saudara-saudara kita yang silau dengan kaos oblong luar yang mahal, padahal saku orang tua mereka hanya cukup untuk merubah beras menjadi nasi. Bagian keluarga ini yang selalu kehausan. Berfoya-foya semalam dengan hutang yang dilunasi berbulan-bulan. Kalau ayah tidak salah ingat, barulah di tahun 2045 nanti cicilan hutang itu selesai dibayar. Itupun dengan catatan tidak ada hutang baru. Tak ada lubang digali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikau boleh mengutuk ayah dan para sesepuh keluarga ini. Karena seharusnya dikau dan anak-anak yang lain mendapat warisan harta. Bukan warisan hutang yang harus kalian tanggung bahkan sebelum butir keringat pertama kalian keluar. Ayah seperti apa yang mewasiatkan beban hutang ke anaknya? Namun seperti yang ayah tulis di muka, ini kenyataan harus dikau ketahui. Anggaplah beban ini sebagai ombak besar di biru tubuhmu. Anggaplah dosa peninggalan ini sebagai kotoran yang masuk ke lautmu kemudian lebur dan menghilang dalam dahsyat gelora dalam ketenanganmu. Jadilah dikau laut seperti namamu. Dikau tuntun handai tolan kita yang lain untuk bergabung di lautmu. Bersama meredam durjana. Itulah kenapa namamu Pandu Putra Segara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-934171504861611930?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/934171504861611930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/surat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/934171504861611930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/934171504861611930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/04/surat.html' title='Surat'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-1084698739946546970</id><published>2009-03-22T16:36:00.004+02:00</published><updated>2009-10-11T08:02:37.413+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menggumam'/><title type='text'>Komitmen!!</title><content type='html'>Ini lanjutan kisah 11 mahasiswa Strata1 rombongan Departemen Agama yang sampai sekarang belum diberangkatkan. Mungkin juga urung. Tapi semoga tidak itu yang terjadi. Sejatinya ini juga kisah lama. Sejak tahun 2003 lalu berita tentang keterlambatan kerap menghiasi laporan utama media Masisir. Alasan yang disampaikan selalu saja sama: bahwa permasalahan terletak pada State Security. Setelah alasan yang sama berulang-ulang, itu lebih terdengar sebagai apologi. Dan alasan tinggal alasan. Sebab yang kita tahu mereka belum menginjakkan kaki di Negeri Pyramida ini. Padahal kawan-kawan mereka se-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;marhalah&lt;/span&gt; sudah menghirup udara Cairo. Bahkan sudah mengikuti ujian semester ganjil. Sedang mereka, entah &lt;span class="selengkapnya"&gt;apa yang mereka pikirkan di tempat masing-masing selain tanda tanya, malu dan kesal hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama pelaksanaan gawe olahraga Masisir Cup diwarnai dengan ketegangan yang sempat menimbulkan sedikit kontak pisik. Saat itu kesebelasan Aceh masih tertinggal jumlah gol dari tim Jawa Timur. Ketika wasit memberikan free kick untuk tim Aceh, salah seorang pemain Jatim menendang bola ke luar lapangan. Tim yang kalah saat itu merasa dipermainkan dengan sikap pemain tim pemenang. Dan ketika dalam posisi kalah, sikap lambat atau sengaja memperlambat permainan bisa menjadi pemantik api emosi bagi tim yang sedang kalah. Sebab setiap detik pertandingan menjadi begitu berharga bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tamtsil&lt;/span&gt; yang bisa dihadirkan sebagai pembuka atau kiasan untuk memulai sebuah main idea yang hendak diungkap. Komitmen bisa diartikan sebagai kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya kedalam sebuah kesepakatan. Komitmen organisasi merupakan rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seseorang terhadap organisasinya. Hal ini dapat ditandai dengan 3 hal: Pertama, penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. Kedua, kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi. Ketiga, keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (keinginan untuk menjadi bagian dari organisasi). Artinya, komitmen juga bertalian erat dengan loyalitas. Akibatnya akan ada perasaan bersalah jika tidak mematuhi sebuah keputusan bersama. Komitmen yang paling kuat adalah yang bersumber dari panggilan hati. Sebab ini berkait dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan. Namun, punya kemungkinan untuk berumur pendek juga. Ketika ketidaknyamanan sudah terasa, maka ia akan sirna. Begitulah. Apalagi komitmen yang bersumber dari iming-iming materi. Tentu kalau ‘bergizi’ barulah akan kerja. Kalau minim, tak akan lagi. Dan semoga apa yang terjadi pada mereka yang 11 itu, bukan karena faktor materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- bulan ke 3 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ajaran 2008/2009 calon mahasiswa baru Universitas Al Azhar, Cairo yang berasal dari Indonesia kembali terlambat. Keterlambatan yang fatal. Karena lebih dari 50% dari total Maba tersebut dipastikan tidak bisa mengikuti ujian semester ganjil yang usai Februari lalu. Entah apa masalahnya. Yang jelas bisa dikatakan bahwa yang paling bertanggung jawab adalah Departemen Agama sendiri serta Kedutaan Republik Arab Mesir yang ada di Jakarta. Mengapa? Karena maba tersebut masih berada di Indonesia. Itu artinya mereka masih dibawah naungan tugas Depag dan Kedutaan Mesir. Sejatinya maba tahun ini adalah 'korban' gesekaan antara Depag dan Kedutaan Mesir. Karena ternyata Kedutaan Mesir di Jakarta seperti tak percaya dengan hasil seleksi yang dilakukan oleh Depag. Oleh sebab itu kedutaan memandang perlu untuk melakukan tes lagi. Namun, Kedutaan Mesir tak punya hak untuk melakukan seleksi tersebut. Pertama, karena kedutaan bukan institusi pendidikan yang menjadi tujuan belajar. Kedua, kedutaan adalah perpanjangan tangan dari negara. Dan jobnya bukanlah urusan seleksi. Ketiga, pihak Al Azhar yang menjadi tujuan kuliah tidak pernah memberlakukan seleksi masuk. Dan jika ada seleksi, tentulah pihak universitas yang paling berhak. Lantas bagaimana dengan seleksi yang dilakukan Depag? Hal itu adalah murni inisiatif Depag sendiri dengan tujuan dan mekanisme seleksi yang mereka rumuskan. Tapi sekali lagi, poin utama bukanlah soal tes itu, namun soal keterlambatan. Mengapa tak ada solusi kongkrit?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-1084698739946546970?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/1084698739946546970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/komitmen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/1084698739946546970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/1084698739946546970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/komitmen.html' title='Komitmen!!'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-2617514868787913884</id><published>2009-03-22T16:29:00.010+02:00</published><updated>2009-10-11T08:00:49.398+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untitled'/><title type='text'>Sedikit Tentang Diri*</title><content type='html'>Apakah bisa kehidupan berjalan tanpa arah, hampa makna?. Tentu tidak. Setiap jenak yang berlalu adalah wadah dimana aksara akan kita tulis. Tiap hurup yang berbicara tentang diri kita sendiri. Yang akan bercerita dengan bahasa tanpa dusta. Kelak ketika awal tiba setelah akhir hidup. Ini kerangka pertama. Dimana waktu dan suasana kita letakkan sebagai wadah ungkap sekaligus cermin tempat berkaca. Betul sekali, saya sedang berujar tentang waktu. Makhluk yang tak kita lupa. Kendati kerap kita tak sadari betapa berharganya ia.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;...Bahwa dalam perjuangan berat sekalipun, mengubah hitam menjadi putih bukanlah di bawah kemampuan kita. Tapi lebih kearah perjuangan dalam proses. Proses yang terus lanjut hingga kita menutup mata. Dan dari proses itulah manusia dinilai, menang atau tidak...&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lebih dari satu pilihan dalam aneka peristiwa. Sebab yang terjadi, selalu meminta respon. Respon dari kita manusia. Makhluk cerdas yang cerdik berapologi dan doyan berkoar pongah. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Bagi saya, selama pilihan sikap yang ada masih mengandung nilai-nilai yang bisa dijadikan jembatan toleransi, maka tak ada alasan untuk bertengkar. Tak hendak saya berkata tentang tata nilai yang akan nisbi. Tak sama sekali. Tapi jika sebuah nilai persamaan bisa kita simpulkan – entah dengan tafsir atau adopsi satu makna dari sekian makna yang terkandung- mengapa mesti ngotot tentang truth claim. Sampai sini, sebenarnya saya ingin mengulang tentang pendekatan husnuzzon. Pola pendekatan yang bertolak menuju hati. Yang tak bisa kita tebak. Apalagi kita stempel. Jadi, kita pilih yang mana? Curiga, gegabah menilai, mengambil yang bukan hak, atau menyerahkan pada Yang Maha Mutlak tentang nilai yang akan diberikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everything is test. Ini awalnya dari sebuah lakon. Sandiwara dengan sutradara. Namun bukankah interaksi di atas panggung kehidupan berdesain anggun ini tak ubah seperti lakon? Katakan saja kita terlahir dengan watak dan kekurangan masing-masing. Tapi bukanlah itu yang menjadi parameter. Standarnya adalah menentukan sikap atas apa yang kita punya. Atas apa yang menimpa kita. Bukankah yang seperti itu adalah ujian? Dan dalam tes kita punya pilihan-pilihan? Bahwa dalam perjuangan berat sekalipun, mengubah hitam menjadi putih bukanlah di bawah kemampuan kita. Tapi lebih kearah perjuangan dalam proses. Proses yang terus lanjut hingga kita menutup mata. Dan dari proses itulah manusia dinilai, menang atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata banyak pertimbangan tak hanya membuat saya lamban bertindak, tapi juga mendidik kita menjadi seorang pengecut”. Pernah seorang paduka raja berucap seperti itu. Ketika yang datang adalah kabar kekalahan. Sedang ia murung di tepi penyesalan yang tak mengembalikan apa-apa. Kecepatan bertindak dengan berfikir sambil jalan serta keberanian menanggung resiko ataukah berfikir matang sembari diam-diam merelakan satu dua kesempatan yang luput? Tak bisa saya pungkiri, bahwa saya berjalan seperti air yang mengalir. Terus dan terus. Hingga di muara air kan tergenang. Bagi saya ini bukan kepasrahan pada takdir. Tapi upaya menyesuaikan diri dengan segala ketika. Saya sadar, bahwa akan jarang langkah dan terobosan progresif yang akan lahir. Bagi saya, ketika damai dan sentausa berada di dunia, maka saat itulah dunia akan berakhir. Sebab, yang makmur dan sentausa bukan di dunia tempatnya, melainkan di syurga. Jadi hidup yang sulit, keringat yang lelah adalah habitat tak tetap yang mesti kita jalani. Agar kita lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tulisan untuk filsafat hidup dalam agenda alumni '07 Revival el Mahbub&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-2617514868787913884?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/2617514868787913884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/sedikit-tentang-diri.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/2617514868787913884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/2617514868787913884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/sedikit-tentang-diri.html' title='Sedikit Tentang Diri*'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-4157600038884059128</id><published>2009-03-21T16:07:00.002+02:00</published><updated>2009-10-11T08:01:02.306+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untitled'/><title type='text'>11 Desember 2008</title><content type='html'>Yang paling menarik dari hari ini adalah 2 undangan makan malam di dua tempat berbeda dengan waktu yg berbeda pula. Wuih..asik kan...pasti!!!&lt;br /&gt;Undangan pertama, dari Sekretariat KMNTB pukul 17:00. Saya datang telat 30 menit. Sampai sana langsung makan. Sehabis makan ngobrol-ngobrol lalu pulang. Eh bentar..lupa ngasi tau. Tau KMNTB gak? Oke..oke tak kasi tau. KMNTB itu singkatan dari Keluarga &lt;span class="selengkapnya"&gt;Mahasiswa Nusa Tenggara Dan Bali. Panjang kali bah..&lt;br /&gt;Undangan ke dua, dari rumah Sazali. Orang yang satu emang sohib paling top deh. Pokoknya top deh. Terutama jenggot yang mantap itu hehehe...Pukul 21:00. Seperti di atas, sampai disana langsung makan. Setelah itu ngobrol-ngobrol, nonton Transporter 3. Setelah itu pulang. Kenyang….hahahah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-4157600038884059128?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/4157600038884059128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/11-desember-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/4157600038884059128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/4157600038884059128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/11-desember-2008.html' title='11 Desember 2008'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-2813293160098126626</id><published>2009-03-21T16:06:00.003+02:00</published><updated>2009-10-11T08:01:15.810+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untitled'/><title type='text'>10 Desember 2008</title><content type='html'>Ini hari adalah ketika keinginan untuk tidur jauh lebih besar. Aku dah tidur malam. Siang harinya tetap aja ingin tidur. Maka sebagian besar waktu adalah di kasur. Barulah jam 16:00 aku harus bangun. Itu juga terpaksa. Karena tiap jam 4 sore hari Senin dan Rabu aku ada jadwal menjelaskan buku kepada kawan-kawan. aku bangun dengan malas. Lalu memandang diri dijermin. Memamerkan barisan gigi. Ah ternyata semakin jelek saja tampangku ketika baru bangun tidur. Lagi asik di depan cermin, ponsel berdering. Kawan di seberang menanyakan apakah aku jadi berangkat untuk membimbing atau tidak. Kubilang iya, tunggu 10 menit lagi. Bukannya telat 10 menit, malah jadi 33 menit. Karena tamunya teman serumah, malah ngajakku membicarakan sesuatu. Terpaksa ditemani. Padahal dalam hati teriak-teriak, &lt;span class="selengkapnya"&gt;kapan sih ni orang pulang hahaha. Belajarnya sampai jam 7 malam. Dilanjutkan dengan makan malam. Makanannya tetaplah nasi putih. Lauknya baru luar biasa…sate sapi..hahahahaha kenyang deh. Makasih untuk ammu Sazali, Ma’mun, Yunan dan Reza. Satenya enak. Ketika sedang makan, Sazali menghampiri: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Loh..kirain lom makan. Ternyata…… gimana? Enak gak satenya?”&lt;br /&gt;“Wah enak sekali, Li…tapi kayaknya ada yang kurang?”&lt;br /&gt;“Apanya yang kurang, kacangnya gak terlalu halus ya?Sorry lah..Blendernya tadi agak rewel”&lt;br /&gt;“Gak, sate dan sambal kacangnya sudah enak. Yang kurang cuma jumlahnya…kekekekek”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sazali: ……….@#$%&amp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-2813293160098126626?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/2813293160098126626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/10-desember-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/2813293160098126626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/2813293160098126626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/10-desember-2008.html' title='10 Desember 2008'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4581557207243531620.post-8178306865959345912</id><published>2009-03-21T15:59:00.005+02:00</published><updated>2009-10-11T08:01:26.944+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untitled'/><title type='text'>9 Desember 2008</title><content type='html'>Kalau kemaren tentang rihlah pikiran ke hutan. Menjelma sepasang kawan yang berhari-hari tersesat. Kemudian pada sungai mereka berharap. Menyusuri ke hilir sampai akhirnya pendengaran mereka menangkap obrolan dua orang lelaki yang mau pulang dari ladang. Hari ini biarkan aku bercerita tentang 10 Zulhijjah 1429 yang jatuh pada Senin, 9 Desember 2008&lt;br /&gt;Saya memulai pagi dengan mengumpulkan kekuatan untuk bertahan, sebab semalam bantal dan selimut tak kuasa menyelamatkan aku dari kantuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05:30&lt;br /&gt;Saat ini panggilan untuk memulai sholat jama’ah dikumandangkan. Rasa males dan tiupan angin dingin membuatku memilih diam sholat di kamar. Segera saja aku ke kamar mandi. Gosok gigi dan berwudlu’. &lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06:00 &lt;br /&gt;Kembali aku duduk di muka monitor. Menenggelamkan diri dalam aktifitas dunia maya. Browsing dan menjalin komunikasi dengan orang yang entah dimana. Targetku 30 menit saja. Sebab gema takbir membubung ke udara lalu menerobos ke kamar melalui sela-sela jendela. Ternyata ada pula saatnya alunan takbir itu menyayat hati dan membawa perasaanku ke kampung halaman. Keluargaku disana tentu sudah pulang dari masjid. Dan saat ini mereka sedang berkumpul, saling mengunjungi untuk menguatkan hubungan persaudaraan dari sebuah dinasti bernama keluarga. Walhasil, kuambil ponsel lalu ku kirim ucapan selamat hari raya. Adikku yang bungsu membalas SMS itu dua kali. Aku memilih tidak menjawab. Aku harus mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06:30&lt;br /&gt;Mandi kelar. Kusetrika baju koko. Kukenakan, lalu minyak wangi kuoleskan. Ada keinginan untuk pakai sarung saja. Ku urungkan, sebab 3 sarungku kotor semua. Sehelai malah masih basah terendam dalam larutan diterjen. Kuputuskan untuk memakai celana hitam. Lalu jaket hitam juga kutarik dari gantungan. Kulipat sehelai sajadah, lalu kuselendangkan di pundak. Sebelum keluar rumah, tak lupa kuketuk pintu kamar seorang kawan yang tinggal bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06:40 – selesai&lt;br /&gt;Sholat idul adha diadakan di lapangan dekat apartemen. Lapangan pasir itu disulap menjadi warna hijau dengan tikar-tikar plastik. Yang luar biasa hari itu adalah aku tergolong diantara orang-orang yang pertama datang. Tahun-tahun sebelumnya gak gitu padahal. Yah,,semoga tahun-tahun kedepan aku gak hanya datang lebih awal, bila perlu bantu-bantu gelar tikar,pasang microphone atau pasang salon lah….hehehehe.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4581557207243531620-8178306865959345912?l=bambulop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bambulop.blogspot.com/feeds/8178306865959345912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/9-desember-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8178306865959345912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4581557207243531620/posts/default/8178306865959345912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bambulop.blogspot.com/2009/03/9-desember-2008.html' title='9 Desember 2008'/><author><name>Zhant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13920805962533152453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OXC1_247BBw/SdMSdxQEMCI/AAAAAAAAACQ/S0L0P-4562M/S220/profile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
